Zulkifli Hasan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Hingga Setahun Meski Konflik Timur Tengah Memanas

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 16 Maret 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang, Pribhumi.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman hingga satu tahun ke depan, meskipun konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran tengah memanas.

Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, mengatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas pasokan bahan pangan pokok di dalam negeri. Ia menegaskan stok pangan nasional saat ini berada dalam kondisi cukup dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.

“Pemerintah memastikan stok pangan nasional dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga satu tahun ke depan,” ujarnya, Minggu (15/3/2026).

Menurut Zulhas, sejumlah komoditas strategis seperti beras dan bahan pangan pokok lainnya saat ini tersedia dalam jumlah yang memadai. Kondisi tersebut didukung oleh peningkatan produksi dalam negeri yang terus diperkuat melalui berbagai program pemerintah di sektor pertanian.

Baca Juga :  Kim Jong Un Awasi Uji Mesin Roket Canggih, Korea Utara Percepat Ambisi Rudal Global

Ia menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir pemerintah fokus meningkatkan produktivitas pertanian nasional sehingga ketahanan pangan Indonesia semakin kuat. Dengan meningkatnya produksi domestik, sebagian besar kebutuhan pangan dapat dipenuhi dari dalam negeri.

“Untuk beberapa komoditas utama, kita sudah mampu memenuhi kebutuhan sendiri. Produksi dalam negeri terus meningkat sehingga ketahanan pangan kita semakin baik,” katanya.

Zulhas juga menambahkan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap pasokan pangan dari kawasan Timur Tengah relatif kecil. Salah satu komoditas yang masih diimpor adalah gandum, namun pasokannya tidak berasal dari negara yang sedang terlibat langsung dalam konflik.

Baca Juga :  Lonjakan Impor Indonesia Awal 2026 Capai US$ 21,20 Miliar

Karena itu, pemerintah menilai konflik yang terjadi di Timur Tengah tidak akan berdampak signifikan terhadap ketersediaan bahan pangan di Indonesia dalam waktu dekat.

Selain memastikan ketersediaan stok, pemerintah juga terus memantau perkembangan harga pangan di pasar agar tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat. Koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus dilakukan untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar di seluruh wilayah Indonesia.

Zulhas pun mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap isu kelangkaan pangan yang beredar. Ia menegaskan stok nasional masih dalam kondisi aman dan pemerintah siap mengambil langkah cepat jika muncul potensi gangguan pada rantai pasok.

“Stok aman, ketersediaan cukup, dan harga tetap terkendali. Masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.

Berita Terkait

Harga Plastik Naik Imbas Konflik Timur Tengah, Impor Indonesia Masih Bergantung Luar Negeri
DJP Hapus Sanksi Telat Lapor SPT 2025 hingga 30 April 2026
HIPMI Kerinci Silaturahmi ke Jenderal Nazali Lempo, Bahas Penguatan Pengusaha Muda
Harga Minyak Dunia Melonjak, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terancam di Bawah 5 Persen
Tarif Travel Kerinci–Sungai Penuh Naik, Ini Penjelasan Dishub
OJK Cabut Izin Usaha BPR Koperindo Jaya, Bank Resmi Ditutup dan Masuk Proses Likuidasi
Kenaikan Tarif Travel Disepakati, Dishub Kerinci Masih Lakukan Pembahasan
Pemerintah Batasi Pembelian BBM Subsidi Mulai 1 April 2026, Harga Tetap

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 19:00 WIB

Harga Plastik Naik Imbas Konflik Timur Tengah, Impor Indonesia Masih Bergantung Luar Negeri

Sabtu, 4 April 2026 - 23:31 WIB

HIPMI Kerinci Silaturahmi ke Jenderal Nazali Lempo, Bahas Penguatan Pengusaha Muda

Jumat, 3 April 2026 - 19:00 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terancam di Bawah 5 Persen

Jumat, 3 April 2026 - 18:39 WIB

Tarif Travel Kerinci–Sungai Penuh Naik, Ini Penjelasan Dishub

Jumat, 3 April 2026 - 09:00 WIB

OJK Cabut Izin Usaha BPR Koperindo Jaya, Bank Resmi Ditutup dan Masuk Proses Likuidasi

Berita Terbaru

Tips dan informasi

5 Sikap Penting untuk Mendewasakan Diri di Tengah Tantangan Hidup

Minggu, 5 Apr 2026 - 17:00 WIB