Jakarta, Pribhumi.com — Banyak orang memulai rutinitas olahraga dengan semangat tinggi, namun tak sedikit yang berhenti di tengah jalan. Tantangan terbesar bukan memulai, melainkan mempertahankan konsistensi.
Menurut Founder Primafit sekaligus life coach, Brian Billdt, konsistensi berolahraga tidak selalu ditentukan oleh motivasi. Justru, kebiasaan dan lingkungan sekitar memiliki pengaruh jauh lebih besar dalam membentuk gaya hidup sehat.
Ia menjelaskan bahwa lingkungan sosial berperan sebagai faktor pembentuk perilaku. Orang-orang yang berada di sekitar kita dapat memengaruhi pola hidup, termasuk kebiasaan berolahraga, pola makan, hingga kualitas tidur.
Jika seseorang dikelilingi oleh individu yang aktif dan menjalani gaya hidup sehat, maka tanpa disadari ia akan terdorong mengikuti pola tersebut. Sebaliknya, lingkungan yang tidak mendukung bisa membuat seseorang menjauh dari rutinitas sehat.
Lingkungan yang positif, kata Brian, berfungsi sebagai pengingat alami untuk tetap aktif tanpa perlu tekanan atau dorongan motivasi yang besar.
Selain faktor lingkungan, kebiasaan menjadi fondasi utama dalam menjaga rutinitas kebugaran jangka panjang. Motivasi cenderung fluktuatif — ada saatnya tinggi, ada pula ketika menurun. Namun, kebiasaan yang sudah terbentuk akan tetap berjalan meski semangat sedang tidak maksimal.
Ia juga menyoroti pentingnya membangun identitas diri sebagai individu yang aktif. Ketika seseorang mulai melihat olahraga sebagai bagian dari jati dirinya, aktivitas fisik tidak lagi terasa sebagai kewajiban, melainkan kebutuhan.
Dalam perjalanan kebugarannya sendiri, Brian mengaku telah mengubah pendekatan latihannya. Dari sebelumnya mengutamakan latihan intensitas tinggi dalam waktu singkat, kini ia memilih latihan berdurasi lebih panjang dengan intensitas yang disesuaikan.
Pendekatan ini dinilai lebih realistis untuk menjaga konsistensi. Bahkan ketika kondisi tubuh atau suasana hati tidak mendukung, ia tetap memilih berlatih dengan intensitas ringan daripada melewatkannya sama sekali.
Baginya, keberlanjutan jauh lebih penting dibandingkan memaksakan performa tinggi dalam waktu singkat.
Ia juga membagikan strategi sederhana untuk mengalahkan rasa malas, yakni mempersiapkan diri sebelum keraguan muncul — mulai dari mengenakan sepatu olahraga hingga tetap bangun meski cuaca tidak mendukung.
Langkah kecil tersebut diyakini dapat membantu menjaga komitmen terhadap rutinitas sehat.











