Jakarta, Pribhumi.com — Kenaikan tajam harga emas terjadi di pasar global setelah memanasnya situasi geopolitik menyusul serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Ketidakpastian global yang meningkat mendorong investor beralih ke aset safe haven, termasuk emas.
Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga emas dunia melonjak hingga menyentuh level US$ 5.278 per troy ons, menguat sekitar 1,80% dalam sehari. Dalam sepekan terakhir, kenaikan bahkan tercatat mencapai 3,12%, menjadi penguatan tertinggi selama periode tersebut.
Sebelumnya, pada 21 Februari, harga emas masih berada di kisaran US$ 5.108 per troy ons, sebelum naik menjadi US$ 5.244 per troy ons pada 24 Februari, dan terus melanjutkan tren penguatan hingga akhir pekan.
Dampak gejolak global ini juga terasa di pasar dalam negeri. Harga emas batangan Antam 24 karat ikut mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp 40.000 per gram, sehingga kini berada di level Rp 3.085.000 per gram. Dalam sepekan, harga emas domestik telah naik dari posisi Rp 3.012.000 per gram.
Situasi ini dipicu oleh operasi militer yang dikonfirmasi langsung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melalui pernyataan resmi di platform Truth Social. Ia menyebut langkah tersebut dilakukan untuk melindungi kepentingan dan keamanan rakyat Amerika dari ancaman yang dianggap nyata.
Pernyataan tersebut semakin memperkuat kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik yang lebih luas, sehingga mendorong permintaan terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai.











