Jakarta, Pribhumi.com – Kurma selalu menjadi sajian utama saat Ramadan, baik untuk sahur maupun berbuka puasa. Selain rasanya yang manis dan kandungan nutrisinya yang baik bagi tubuh, buah ini juga memiliki nilai religius yang kuat bagi umat Islam. Namun, di tengah tingginya permintaan, penting bagi konsumen untuk mengetahui asal negara dan merek kurma yang dibeli.
Berdasarkan data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia tidak mengimpor kurma dari Israel. Pasokan kurma yang beredar di dalam negeri umumnya berasal dari kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara seperti Arab Saudi, Mesir, Tunisia, Iran, hingga Yordania.
Negara Pemasok Kurma ke Indonesia
Arab Saudi dikenal sebagai salah satu eksportir kurma terbesar, dengan varietas populer seperti Ajwa, Safawi, dan Sukkari. Sementara Mesir disebut sebagai produsen kurma terbesar di dunia dengan berbagai merek ekspor.
Dari Tunisia, varietas Deglet Nour menjadi komoditas unggulan yang banyak diminati pasar global. Negara lain seperti Uni Emirat Arab, Qatar, Turki, dan Yordania juga memiliki merek kurma yang cukup dikenal di pasar internasional.
Selain itu, Iran terkenal dengan kurma Mazafati yang sering disebut sebagai kurma madu Iran di pasar tradisional Indonesia. Irak juga termasuk produsen kurma tertua di dunia. Sementara Palestina dikenal melalui kurma Medjool dari Lembah Yordan.
Cara Mengecek Asal Kurma
Untuk memastikan asal produk, konsumen dapat memeriksa label pada kemasan. Keterangan seperti “Product of Saudi Arabia” atau “Country of Origin: Tunisia” menunjukkan negara tempat kurma diproduksi. Jika tertulis “Packed in Indonesia”, artinya kurma impor tersebut dikemas ulang di dalam negeri.
Selain label, barcode pada kemasan juga bisa menjadi petunjuk tambahan. Setiap negara memiliki kode tertentu yang dapat membantu mengidentifikasi asal produk. Dengan memeriksa detail tersebut, konsumen dapat membuat pilihan yang lebih bijak sesuai preferensi masing-masing.
Memahami informasi asal kurma bukan hanya soal kualitas, tetapi juga tentang transparansi produk. Ketelitian membaca label menjadi langkah sederhana namun penting sebelum membeli kebutuhan Ramadan.











