Panduan Memilih Kurma Ramadan: Kenali Negara Asal Lewat Label dan Barcode

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Kurma selalu menjadi sajian utama saat Ramadan, baik untuk sahur maupun berbuka puasa. Selain rasanya yang manis dan kandungan nutrisinya yang baik bagi tubuh, buah ini juga memiliki nilai religius yang kuat bagi umat Islam. Namun, di tengah tingginya permintaan, penting bagi konsumen untuk mengetahui asal negara dan merek kurma yang dibeli.

Berdasarkan data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia tidak mengimpor kurma dari Israel. Pasokan kurma yang beredar di dalam negeri umumnya berasal dari kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara seperti Arab Saudi, Mesir, Tunisia, Iran, hingga Yordania.

Negara Pemasok Kurma ke Indonesia

Arab Saudi dikenal sebagai salah satu eksportir kurma terbesar, dengan varietas populer seperti Ajwa, Safawi, dan Sukkari. Sementara Mesir disebut sebagai produsen kurma terbesar di dunia dengan berbagai merek ekspor.

Baca Juga :  Aklamasi Penuh Soliditas, Realdi Sixmon Saputra Nahkodai IMM Kerinci 2026–2027

Dari Tunisia, varietas Deglet Nour menjadi komoditas unggulan yang banyak diminati pasar global. Negara lain seperti Uni Emirat Arab, Qatar, Turki, dan Yordania juga memiliki merek kurma yang cukup dikenal di pasar internasional.

Selain itu, Iran terkenal dengan kurma Mazafati yang sering disebut sebagai kurma madu Iran di pasar tradisional Indonesia. Irak juga termasuk produsen kurma tertua di dunia. Sementara Palestina dikenal melalui kurma Medjool dari Lembah Yordan.

Cara Mengecek Asal Kurma

Baca Juga :  Puasa Terasa Menguras Energi? Ini Pola Makan yang Perlu Diperbaiki

Untuk memastikan asal produk, konsumen dapat memeriksa label pada kemasan. Keterangan seperti “Product of Saudi Arabia” atau “Country of Origin: Tunisia” menunjukkan negara tempat kurma diproduksi. Jika tertulis “Packed in Indonesia”, artinya kurma impor tersebut dikemas ulang di dalam negeri.

Selain label, barcode pada kemasan juga bisa menjadi petunjuk tambahan. Setiap negara memiliki kode tertentu yang dapat membantu mengidentifikasi asal produk. Dengan memeriksa detail tersebut, konsumen dapat membuat pilihan yang lebih bijak sesuai preferensi masing-masing.

Memahami informasi asal kurma bukan hanya soal kualitas, tetapi juga tentang transparansi produk. Ketelitian membaca label menjadi langkah sederhana namun penting sebelum membeli kebutuhan Ramadan.

Berita Terkait

Kreasi Es Segar untuk Buka Puasa, Tiga Resep Andalan dengan Isian Berlimpah
Ini 4 Cara Cegah Kantuk saat Kerja di Bulan Puasa
Puasa Terasa Menguras Energi? Ini Pola Makan yang Perlu Diperbaiki
Semur Telur Tahu Betawi, Lauk Sederhana dengan Rasa Kaya Rempah
Tips Agar Pengajuan Visa Tidak Ditolak
Rahasia Bikin Baterai Mobil Listrik Lebih Awet
Cara Maksimalkan Keamanan Akun WhatsApp agar Terhindar dari Pembajakan
Menag Soroti Rekor Kerukunan Umat Beragama

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 13:00 WIB

Kreasi Es Segar untuk Buka Puasa, Tiga Resep Andalan dengan Isian Berlimpah

Selasa, 3 Maret 2026 - 07:00 WIB

Ini 4 Cara Cegah Kantuk saat Kerja di Bulan Puasa

Senin, 2 Maret 2026 - 17:00 WIB

Semur Telur Tahu Betawi, Lauk Sederhana dengan Rasa Kaya Rempah

Senin, 2 Maret 2026 - 13:00 WIB

Tips Agar Pengajuan Visa Tidak Ditolak

Senin, 2 Maret 2026 - 11:00 WIB

Rahasia Bikin Baterai Mobil Listrik Lebih Awet

Berita Terbaru

Tips dan informasi

Kreasi Es Segar untuk Buka Puasa, Tiga Resep Andalan dengan Isian Berlimpah

Selasa, 3 Mar 2026 - 13:00 WIB

Hukum dan Kriminal

MK Ubah Pasal Perintangan Penyidikan Korupsi karena Dinilai Multitafsir

Selasa, 3 Mar 2026 - 11:00 WIB

Kesehatan

Ini 8 Pantangan Makanan bagi Pengidap Asam Lambung

Selasa, 3 Mar 2026 - 09:00 WIB

Tips dan informasi

Ini 4 Cara Cegah Kantuk saat Kerja di Bulan Puasa

Selasa, 3 Mar 2026 - 07:00 WIB

Hukum dan Kriminal

Bareskrim Polri Tangkap 2 Penyuplai Sabu Sindikat Ko Erwin

Senin, 2 Mar 2026 - 23:00 WIB