Jakarta, Pribhumi.com – Minum kopi saat sahur atau setelah berbuka sering menjadi pilihan untuk menambah energi. Namun, kebiasaan ini ternyata bisa berdampak pada kesehatan kulit jika dikonsumsi terlalu sering selama Ramadan.
Dokter spesialis dermatologi, dr. Amanda Nandi Wardani, BMedSc(Hons), Sp.D.V.E, menjelaskan bahwa kopi dan teh memiliki efek diuretik, yaitu merangsang tubuh mengeluarkan cairan lebih banyak melalui urin. Kondisi ini dapat memengaruhi keseimbangan cairan dalam tubuh, terutama saat seseorang sedang berpuasa.
Menurutnya, saat puasa tubuh tidak mendapat asupan cairan selama berjam-jam. Jika waktu sahur dan berbuka justru diisi dengan minuman yang mempercepat pengeluaran cairan, maka risiko dehidrasi bisa meningkat.
Ketika tubuh kekurangan cairan, kulit menjadi salah satu organ yang pertama kali menunjukkan tanda-tandanya. Kulit bisa terasa lebih kering, tampak kusam, terasa tertarik, hingga lebih mudah bersisik. Hal ini terjadi karena kelembapan kulit sangat dipengaruhi oleh hidrasi dari dalam tubuh.
Meski begitu, ia tidak melarang konsumsi kopi sepenuhnya. Namun, frekuensinya sebaiknya dibatasi dan tidak dijadikan kebiasaan setiap hari selama puasa. Mengurangi intensitas minum kopi menjadi dua atau tiga hari sekali dinilai lebih aman untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Bagi yang tetap ingin mengonsumsi kopi, disarankan untuk tidak membuatnya terlalu pekat serta tetap mencukupi kebutuhan air putih saat sahur dan berbuka. Selain itu, penggunaan pelembap juga penting untuk membantu menjaga kelembapan kulit dari luar.
Dengan pengaturan pola minum yang bijak dan asupan cairan yang cukup, kesehatan kulit tetap bisa terjaga selama menjalani ibadah puasa Ramadan.











