Penyusutan Air Danau Kerinci Disorot, Akademisi Desak Transparansi Operasional PLTA

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KERINCI, Pribhumi.com – Penyusutan debit air Danau Kerinci kembali menjadi perhatian publik. Akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus aktivis lingkungan, Dr. Akmaluddin Thalib, S.T., M.T., menilai lemahnya fungsi pengawasan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI serta DPRD Kabupaten Kerinci menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi tersebut.

Akmaluddin menjelaskan, persoalan surutnya air Danau Kerinci tidak dapat dilihat dari satu aspek saja. Ia menilai pengendalian operasional pintu air yang berkaitan dengan aktivitas Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) belum berjalan optimal. Menurutnya, pengaturan buka-tutup pintu air seharusnya memiliki kontrol dan batasan yang jelas.

Namun dalam praktiknya, kata dia, pengelolaan pintu air dinilai terlalu bergantung pada kebijakan pihak PLTA. Ia menegaskan bahwa koordinasi dan pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola PLTA, tetapi juga melibatkan pemerintah daerah, termasuk dinas teknis seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) maupun Dinas Lingkungan Hidup.

“Koordinasi dan pengawasan itu juga termasuk eksekutif atau pemerintah daerah. Dalam hal ini bisa melalui Dinas PU dan/atau Dinas Lingkungan Hidup,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemerintah Salurkan BLTS Rp30 Triliun untuk 35 Juta Keluarga, Gus Ipul Pastikan Tepat Sasaran

Terpisah, berdasarkan hasil konfirmasi media, Dinas PU Kabupaten Kerinci menyatakan tidak dilibatkan dalam pengaturan operasional pintu air tersebut. Sementara hingga saat ini, pihak PLTA belum memberikan keterangan terkait ada atau tidaknya pelibatan Dinas PUPR Kerinci dalam pengelolaan tersebut.

Akmaluddin juga menyoroti pertemuan yang sebelumnya dilakukan antara pihak PLTA, DPRD Kerinci, dan sejumlah LSM. Ia menilai forum tersebut belum menghasilkan langkah konkret dalam menyelesaikan persoalan penyusutan air Danau Kerinci.

Menurutnya, forum dengar pendapat seharusnya menjadi ruang untuk mengungkap akar persoalan sekaligus merumuskan solusi jangka panjang. Ia menekankan pentingnya transparansi data operasional sebagai salah satu kunci penyelesaian polemik tersebut.

Sebagai langkah solusi, Akmaluddin menyarankan agar pihak PLTA membangun bendungan pembatas atau dam yang berfungsi menjaga tinggi minimal permukaan air di mulut pintu air. Dengan sistem tersebut, debit air danau diharapkan tidak turun di bawah ambang batas yang telah ditentukan.

Selain itu, ia meminta pihak PLTA membuka data terkait jumlah debit air yang dialirkan sebelum dan saat terjadi penyusutan air. Ia juga menilai perlu adanya kesepakatan bersama mengenai batas minimal tinggi permukaan Danau Kerinci yang harus dijaga.

Baca Juga :  Pernikahan Mewah Viral, Mahar Rp 2 Miliar hingga BMW Jadi Sorotan

Di sisi lain, Akmaluddin menilai kerusakan lingkungan turut memperparah menurunnya debit air danau. Ia menyoroti maraknya pembukaan kawasan hutan untuk aktivitas perladangan yang berdampak pada berkurangnya kemampuan daerah tangkapan air.

Menurutnya, hutan memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem air. Pepohonan berfungsi menyerap serta menyimpan air saat musim hujan dan menjaga ketersediaan air saat musim kemarau. Jika kawasan hutan terus berkurang, maka debit air sungai dan danau berpotensi semakin menurun.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, hingga pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kelestarian lingkungan. Akmaluddin menegaskan bahwa danau dan sungai merupakan aset bersama yang harus dijaga demi keberlangsungan kehidupan generasi mendatang.

Akmal menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya introspeksi serta pengawasan kolektif dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air di Kabupaten Kerinci.

Berita Terkait

Hafiful Hadi Sunliensyar, Akademisi Muda Kerinci yang Gigih Meneliti Manuskrip dan Warisan Budaya Nusantara
Calon Haji Asal Kerinci Tunda Berangkat ke Tanah Suci karena Sakit
PLN Sungai Penuh Jadwalkan Pemadaman Listrik di Kerinci, Berikut Daftar Wilayah Terdampak
Gunung Kerinci Masuk Daftar, Ini 7 Gunung Tertinggi di Indonesia
Longsor Putus Akses Kerinci–Bangko, Jalur Nasional Kini Dibuka Sistem Buka Tutup
Dana Desa 2026 Kabupaten Kerinci Segera Cair, Total Rp76,2 Miliar untuk 285 Desa
Pemkab Kerinci Percepat Digitalisasi Desa 2026, Dorong Layanan Publik Lebih Cepat dan Transparan
Debit Sungai Melonjak, Bendungan Intake Pendung Semurup Meluap Akibat Hujan Deras

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:51 WIB

Hafiful Hadi Sunliensyar, Akademisi Muda Kerinci yang Gigih Meneliti Manuskrip dan Warisan Budaya Nusantara

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:00 WIB

Calon Haji Asal Kerinci Tunda Berangkat ke Tanah Suci karena Sakit

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:00 WIB

PLN Sungai Penuh Jadwalkan Pemadaman Listrik di Kerinci, Berikut Daftar Wilayah Terdampak

Senin, 11 Mei 2026 - 02:00 WIB

Gunung Kerinci Masuk Daftar, Ini 7 Gunung Tertinggi di Indonesia

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:13 WIB

Longsor Putus Akses Kerinci–Bangko, Jalur Nasional Kini Dibuka Sistem Buka Tutup

Berita Terbaru

Kesehatan

WHO Tetapkan Ebola sebagai Darurat Kesehatan Global

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:00 WIB

Tips dan informasi

Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta, dari Rasa hingga Kandungan Kafein

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:00 WIB

Infotainment

Aktris China Qi Wei Jadi Sorotan di Cannes 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:00 WIB