Tren Cuci Muka Pakai Air Beras, Benarkah Aman dan Bermanfaat untuk Kulit?

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Air cucian beras kembali mencuri perhatian warganet setelah banyak pengguna media sosial membagikan pengalaman positif mereka dalam perawatan kulit wajah. Bahan alami yang biasanya dibuang ini disebut-sebut mampu membuat kulit tampak lebih cerah, halus, bahkan membantu memperlambat tanda penuaan.

Tak sedikit netizen yang mengaku rutin memanfaatkan air beras sebagai pencuci wajah atau masker alami. Ada pula yang menuturkan kebiasaan tersebut telah dilakukan turun-temurun dan dianggap ampuh menjaga kesehatan kulit.

Namun, benarkah air beras aman dan efektif untuk perawatan wajah?

Penjelasan Dokter Kulit Soal Manfaat Air Beras

Menurut dokter spesialis dermatologi dan venereologi, dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.DVE, air beras memang memiliki potensi manfaat bagi kulit. Kandungan seperti inositol, vitamin, serta antioksidan di dalamnya diketahui dapat membantu menjaga kelembapan kulit dan melindungi dari radikal bebas.

Baca Juga :  Sespim MPA LAM Kerinci Desak Laporan Rakerda LAM Jambi dan Tindak Lanjut MoU Restorative Justice

Meski begitu, ia menegaskan bahwa perawatan kulit tidak bisa bergantung pada satu bahan alami saja. Hasil yang optimal tetap membutuhkan perawatan kulit yang tepat, pola hidup sehat, serta perlindungan dari paparan sinar matahari.

“Manfaatnya bisa ada, tetapi harus dilihat sebagai bagian dari perawatan menyeluruh, bukan solusi tunggal,” jelasnya.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menggunakan Air Beras

Bagi yang tertarik mencoba mencuci muka dengan air beras, kebersihan menjadi faktor paling krusial. Air cucian beras yang tidak higienis berisiko memicu iritasi atau masalah kulit lainnya.

Disarankan untuk menggunakan air dari cucian kedua atau ketiga, karena cucian pertama umumnya masih mengandung kotoran dan sisa proses penggilingan. Selain itu, wadah penyimpanan harus bersih dan tertutup rapat untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.

Baca Juga :  Indonesia Perlu Kembangkan Nuklir Damai untuk Jawab Krisis Energi dan Kesehatan

Air beras sebaiknya disimpan di dalam lemari pendingin dan digunakan maksimal dalam waktu 1–2 hari. Jika muncul bau asam atau tanda fermentasi berlebihan, air tersebut sebaiknya dibuang dan tidak digunakan kembali.

Pemilihan beras organik juga dianjurkan untuk mengurangi risiko residu pestisida yang dapat berdampak buruk pada kulit.

Tidak Cocok untuk Semua Jenis Kulit

Meski alami, air beras tidak selalu cocok untuk semua orang. Pemilik kulit sensitif, mudah berjerawat, atau memiliki kondisi kulit tertentu disarankan lebih berhati-hati. Konsultasi dengan dokter kulit sangat dianjurkan sebelum menjadikan air beras sebagai rutinitas perawatan wajah.

“Pastikan bahan yang digunakan bersih dan kulit dalam kondisi aman. Konsultasi dokter tetap penting agar tidak menimbulkan masalah baru,” pungkas dr. Darma.

Berita Terkait

Kopi di Rumah Kurang Greget? Coba 6 Trik Barista Ini agar Rasanya Lebih Mantap

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:00 WIB

Tren Cuci Muka Pakai Air Beras, Benarkah Aman dan Bermanfaat untuk Kulit?

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:32 WIB

Kopi di Rumah Kurang Greget? Coba 6 Trik Barista Ini agar Rasanya Lebih Mantap

Berita Terbaru

Nasional

Pejabat Bisa Dipidana Jika Jalan Rusak Sebabkan Kecelakaan

Sabtu, 14 Feb 2026 - 08:45 WIB

Budaya dan Religi

Ramadhan 1447 H Semakin Dekat, Ini Perkiraan Awal Puasa

Jumat, 13 Feb 2026 - 11:28 WIB

Sumbar

Asmadi Hilang Terseret Arus, SAR Tutup Operasi Lapangan

Selasa, 10 Feb 2026 - 17:09 WIB

Sosial

Monadi Soal Danau Kerinci

Selasa, 10 Feb 2026 - 10:39 WIB