Prabowo Tegaskan Indonesia Selalu Lunasi Utang Negara, Ini Strategi Pengelolaannya

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia memiliki rekam jejak yang kuat dalam menjaga komitmen keuangan negara, khususnya dalam hal pembayaran utang. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026 yang digelar di Davos, Swiss.

Dalam pidatonya, Prabowo menyatakan bahwa sejak berdiri sebagai negara merdeka, Indonesia tidak pernah mengalami gagal bayar utang. Ia menekankan bahwa setiap pemerintahan selalu bertanggung jawab melunasi kewajiban yang diwariskan dari pemerintahan sebelumnya sebagai bentuk penghormatan terhadap komitmen negara.

Baca Juga :  Magang Nasional 2026 Batch 3 Segera Dibuka, Simak Jadwal Pendaftaran hingga Pengumuman Seleksi

Menurut Prabowo, konsistensi tersebut menjadi salah satu alasan utama mengapa kredibilitas ekonomi Indonesia diakui secara internasional. Ia menyebut berbagai lembaga global menilai Indonesia sebagai negara dengan ketahanan ekonomi yang kuat, bukan karena optimisme semata, melainkan berdasarkan data dan kebijakan yang terukur.

Presiden juga menyinggung pentingnya pengelolaan utang yang disiplin dan hati-hati agar tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional tanpa menimbulkan risiko berlebihan.

Baca Juga :  OJK Bidik 75 Persen Perusahaan Tercatat Penuhi Ketentuan Free Float 15 Persen pada Tahun Awal

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, total utang pemerintah hingga kuartal III tahun 2025 tercatat sebesar Rp 9.408,64 triliun. Sebagian besar utang tersebut berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai lebih dari 87 persen, sementara sisanya berupa pinjaman.

Pemerintah menyatakan terus berupaya menjaga struktur utang yang sehat dan berkelanjutan, seiring dengan penguatan pasar keuangan domestik dan stabilitas fiskal nasional.

Berita Terkait

Nilai Cadangan Lima Konsesi Tambang Tembus Rp 5.400 Triliun, Prabowo Soroti Izin Mangkrak
Menkomdigi Ingatkan Indonesia dan Singapura Saling Bergantung dalam Konektivitas Internet
Demo di DPR hingga Bundaran HI Hari Ini, Polisi Imbau Pengendara Hindari Sejumlah Ruas Jalan
Siklon ARNAB Menjauh, BMKG Waspadai Potensi Hujan Lebat Akibat Sistem Siklonik Baru di Laut Andaman
Harga Emas Antam Stabil di Rp 2,54 Juta per Gram, Simak Daftar Harga Terbarunya
Isu BPJS Kesehatan Dihapus dan Diganti Klinik Koperasi Merah Putih Ramai di Media Sosial
Magang Nasional 2026 Batch 3 Segera Dibuka, Simak Jadwal Pendaftaran hingga Pengumuman Seleksi
IHSG Anjlok 1,22%, MBSS Dapat Kontrak Rp6 Triliun dan BUMI Ekspansi ke Australia

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Nilai Cadangan Lima Konsesi Tambang Tembus Rp 5.400 Triliun, Prabowo Soroti Izin Mangkrak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Menkomdigi Ingatkan Indonesia dan Singapura Saling Bergantung dalam Konektivitas Internet

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Demo di DPR hingga Bundaran HI Hari Ini, Polisi Imbau Pengendara Hindari Sejumlah Ruas Jalan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Harga Emas Antam Stabil di Rp 2,54 Juta per Gram, Simak Daftar Harga Terbarunya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:41 WIB

Isu BPJS Kesehatan Dihapus dan Diganti Klinik Koperasi Merah Putih Ramai di Media Sosial

Berita Terbaru

Tips dan informasi

Audit Rumah Tasya Farasya Ungkap Besi dan Mutu Beton Tak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 29 Okt 2026 - 11:03 WIB