Mensos Saifullah Yusuf Resmikan 860 Guru Baru Sekolah Rakyat untuk Perkuat Layanan Pendidikan Kelompok Rentan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 26 November 2025 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com Kementerian Sosial RI kembali memperkuat ketersediaan tenaga pendidik di Sekolah Rakyat melalui pelantikan 860 guru baru yang digelar di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta, pada Rabu. Pelantikan tersebut menandai langkah lanjutan pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan dasar yang dapat diakses kelompok rentan, masyarakat adat, hingga warga yang tinggal jauh dari pusat layanan publik.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa tambahan guru ini melengkapi pengangkatan sebelumnya terhadap 1.335 tenaga pendidik berstatus PPPK, sehingga kebutuhan guru terus terpenuhi seiring bertambahnya satuan pendidikan yang dikelola Kemensos.

“Dengan kehadiran para guru baru ini, Sekolah Rakyat semakin mampu menyediakan pendidikan yang inklusif dan menyeluruh di berbagai wilayah Indonesia,” ujar Saifullah.

Selain para guru, Kemensos juga mengukuhkan 10 pejabat fungsional yang terdiri dari penyuluh sosial, pekerja sosial, dan auditor, yang akan memperkuat layanan sosial serta mendukung penyelenggaraan pendidikan di lingkungan Sekolah Rakyat.

Baca Juga :  Toni Suherman Raih Andalas Award 2025 sebagai Pemimpin Institusi Budaya Terbaik

Saifullah menegaskan bahwa jabatan fungsional kini menjadi pilar penting dalam sistem birokrasi karena menuntut profesionalisme, kompetensi, dan pelayanan langsung kepada masyarakat. Hal tersebut, menurutnya, sangat relevan dengan misi Sekolah Rakyat yang difokuskan untuk membantu anak-anak dari keluarga rentan memperoleh pendidikan yang layak.

Dalam arahannya kepada para guru, Mensos menekankan bahwa pemerintah sedang menyiapkan berbagai bentuk penguatan kesejahteraan, termasuk tunjangan khusus bagi guru Sekolah Rakyat, agar mereka dapat menjalankan tugas dengan optimal dan berkelanjutan. Pelatihan rutin dan supervisi juga akan terus digencarkan agar kualitas pembelajaran semakin meningkat.

“Mulailah bertugas dengan semangat pelayanan. Tugas ini bukan sekadar mengajar, tetapi juga mengangkat kualitas hidup keluarga miskin melalui pendidikan,” ujar Saifullah.

Sekolah Rakyat merupakan program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga berstatus kesejahteraan rendah (Desil 1–4) dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Program ini dirancang sebagai model percepatan pengentasan kemiskinan karena mengintegrasikan berbagai layanan sosial seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), jaminan kesehatan PBI-JK, Koperasi Desa Merah Putih, hingga Program 3 Juta Rumah.

Baca Juga :  Bupati Kerinci Serahkan 2.733 SK PPPK Paruh Waktu Formasi 2025, Tegaskan Pengabdian dan Disiplin Aparatur

Sepanjang 2025, Kemensos mengembangkan 166 Sekolah Rakyat rintisan dengan kapasitas hampir 16.000 siswa, didukung sekitar 2.400 guru dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan di jenjang SD hingga SMA. Seluruh sekolah ditargetkan dilengkapi teknologi pembelajaran modern seperti papan interaktif digital (IFP), laptop, jaringan internet, serta seragam khusus sebelum akhir 2025.

Untuk tahap awal, seluruh sekolah rintisan tersebut masih memanfaatkan fasilitas milik Kemensos, balai latihan kerja Kementerian Ketenagakerjaan, dan aset pemerintah daerah. Pemerintah akan membangun gedung permanen setelah proses pembebasan lahan selesai dilakukan oleh pemda masing-masing.

Berita Terkait

Kemensos Buka 5.127 Formasi PPPK Sekolah Rakyat 2026, Lulusan SMA/SMK Bisa Daftar
Kemenag Siapkan BPJS Ketenagakerjaan untuk Guru Madrasah, Pengajar Pesantren hingga Imam Masjid
Hari Lahir Pancasila 2026: Jadwal Libur Nasional, Sejarah Penetapan, dan Makna Lima Dasar Negara
Insentif Pajak untuk Penulis Diyakini Perkuat SDM dan Pertumbuhan Ekonomi Jangka Panjang
Pemkot Sungai Penuh Lepas Nindya Jalankan Tugas Kenegaraan di Istana
SPMB 2026: Anak Usia 6 Tahun Tetap Bisa Masuk SD, Tak Wajib Ijazah TK dan Tes Calistung
Sejarah Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, Awal Lahirnya Semangat Persatuan Indonesia
Beasiswa Garuda 2026 Gelombang 2 Segera Dibuka, Ini Syaratnya

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:00 WIB

Kemensos Buka 5.127 Formasi PPPK Sekolah Rakyat 2026, Lulusan SMA/SMK Bisa Daftar

Selasa, 2 Juni 2026 - 05:00 WIB

Kemenag Siapkan BPJS Ketenagakerjaan untuk Guru Madrasah, Pengajar Pesantren hingga Imam Masjid

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:09 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026: Jadwal Libur Nasional, Sejarah Penetapan, dan Makna Lima Dasar Negara

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:00 WIB

Insentif Pajak untuk Penulis Diyakini Perkuat SDM dan Pertumbuhan Ekonomi Jangka Panjang

Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:00 WIB

Pemkot Sungai Penuh Lepas Nindya Jalankan Tugas Kenegaraan di Istana

Berita Terbaru