Surabaya Berlakukan Denda Rp50 Juta bagi Warga yang Dirikan Tenda Hajatan Tanpa Izin di Jalan Umum

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 Oktober 2025 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya, Pribhumi.comPemerintah Kota Surabaya menegaskan akan memberikan sanksi tegas berupa denda hingga Rp50 juta bagi warga yang nekat mendirikan tenda hajatan di jalan umum tanpa izin resmi.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan kebijakan ini diberlakukan untuk menjaga ketertiban dan memastikan jalan umum tetap bisa digunakan oleh masyarakat luas.

“Kalau tidak ada izin maka akan ada sanksi. Sanksinya bisa sampai Rp50 juta. Kita akan sosialisasikan secara luas, supaya semua paham bahwa aturan ini harus ditegakkan,” ujar Eri, Senin (27/10).

Eri menjelaskan, setiap kegiatan yang menutup jalan umum, termasuk untuk acara hajatan, wajib mengantongi izin berlapis dari perangkat wilayah hingga kepolisian. Mekanisme ini dibuat agar tidak ada lagi warga yang mendirikan tenda secara sembarangan.

“Tenda hajatan di Surabaya harus memiliki izin. Sekarang tidak bisa izin langsung ke kepolisian. Harus ada keterangan dari RT, RW, dan lurah terlebih dahulu,” jelasnya.

Dengan aturan baru ini, Polsek tidak lagi dapat mengeluarkan izin sebelum ada surat pengantar dari tiga unsur perangkat wilayah. “Polsek tidak akan mengeluarkan izin tanpa pengantar yang disepakati RT, RW, dan lurah,” tegas Eri.

Baca Juga :  KPK Bongkar Dugaan Pemerasan Bupati Tulungagung, Gunakan Surat Pengunduran Diri untuk Tekan Pejabat

Selain perizinan, pemohon juga wajib mengumumkan penutupan jalan minimal tujuh hari sebelumnya melalui media publik, agar masyarakat sekitar bisa menyesuaikan aktivitasnya.

“Kalau mau menutup jalan, harus diumumkan tujuh hari sebelumnya. Pengumuman bisa lewat media supaya semua warga tahu,” imbuhnya.

Eri juga menegaskan bahwa penutupan jalan tidak boleh dilakukan secara penuh. Penyelenggara wajib menyediakan jalur alternatif dan memperhitungkan dampak kemacetan bersama Satpol PP dan Dinas Perhubungan.

“Penutupan tidak boleh total. Dishub dan Satpol PP akan menilai risiko kemacetan dan menentukan bagian jalan yang boleh ditutup,” ujarnya.

Kebijakan ini berlaku untuk seluruh jalan di Surabaya, baik jalan kota maupun jalan perkampungan. Namun, mekanisme perizinan disesuaikan dengan tingkat jalan dan kewenangan wilayah.

“Kalau di kampung, cukup izin RT dan RW. Tapi kalau jalan utama, harus ada izin dari Polsek,” terang Eri.

Pemerintah Kota Surabaya kini gencar melakukan sosialisasi melalui perangkat wilayah dan Biro Kesra agar masyarakat memahami prosedur izin hajatan dengan benar.

“Sudah kita sosialisasikan terus. RT dan RW juga sudah diberi penjelasan. Jadi, gak bisa lagi bikin tenda seenaknya sendiri,” tutup Eri.

Berita Terkait

Gunung Semeru Erupsi Empat Kali Pagi Ini, Kolom Abu Capai 1.000 Meter
Ketua DPRD Magetan Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Rp242 Miliar, Langsung Ditahan
KPK Bongkar Dugaan Pemerasan Bupati Tulungagung, Gunakan Surat Pengunduran Diri untuk Tekan Pejabat
Oknum Wartawan di Mojokerto Ditangkap Polisi saat Diduga Memeras Pengacara
Ledakan Balon Udara Berisi Petasan di Ponorogo Tewaskan Pelajar
Sahur Keliling Berujung Tawuran, Rumah Terduga Pelaku Pembacokan Dibakar Massa
Balap Liar Pagi Hari di Pasuruan Ganggu Pengguna Jalan, Warga Minta Penertiban
Pengakuan Terdakwa DS Dinilai Berubah-ubah Jelang Vonis Kasus Dugaan Pemerkosaan Sesama Jenis di Mojokerto

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:00 WIB

Gunung Semeru Erupsi Empat Kali Pagi Ini, Kolom Abu Capai 1.000 Meter

Jumat, 24 April 2026 - 23:59 WIB

Ketua DPRD Magetan Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Rp242 Miliar, Langsung Ditahan

Minggu, 12 April 2026 - 09:00 WIB

KPK Bongkar Dugaan Pemerasan Bupati Tulungagung, Gunakan Surat Pengunduran Diri untuk Tekan Pejabat

Senin, 16 Maret 2026 - 15:00 WIB

Oknum Wartawan di Mojokerto Ditangkap Polisi saat Diduga Memeras Pengacara

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:00 WIB

Ledakan Balon Udara Berisi Petasan di Ponorogo Tewaskan Pelajar

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Muhadjir Effendy di Kasus Korupsi Kuota Haji

Senin, 18 Mei 2026 - 19:00 WIB