Prediksi Mengejutkan: Harga Emas Bisa Sentuh US$ 4.980 Tahun Depan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 24 November 2025 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com Prospek harga emas global diperkirakan makin menguat memasuki 2026. Prediksi terbaru ini muncul dari konferensi tahunan London Bullion Market Association (LBMA) yang digelar di Kyoto, Jepang, pekan ini.

Dalam forum tersebut, para delegasi memperkirakan emas dapat melesat hingga US$ 4.980 per troy ons dalam 12 bulan mendatang. Angka ini setara sekitar Rp 83 juta per troy ons (1 troy ons = 31,1 gram). Jika tercapai, kenaikan ini berarti lonjakan sekitar 27% dibanding level harga saat ini.

Menurut laporan Reuters yang disampaikan pada konferensi tersebut, harga emas sepanjang tahun 2025 sudah melonjak sekitar 52%. Kenaikan drastis ini menjadi yang tertinggi sejak 1979, setelah emas sempat menembus level US$ 3.000 per troy ons pada Maret dan mencapai US$ 4.000 pada Oktober.

Baca Juga :  Tim Polres Kerinci Bantu Penanganan Tanah Longsor yang sempat Tutup Jalan Lintas Kerinci - Bangko

Situasi global yang tidak menentu—mulai dari tensi geopolitik, kebijakan tarif Amerika Serikat, hingga kekhawatiran perlambatan ekonomi—menjadi pemicu utama reli emas sepanjang tahun. Pada 20 Oktober, komoditas ini bahkan menyentuh rekor tertinggi US$ 4.381 per ons.

Jajak pendapat LBMA tahun ini juga menunjukkan bahwa harga emas sepanjang 2026 diperkirakan masih akan ditopang oleh gejolak ekonomi dunia, menjadikan logam mulia tetap menjadi aset favorit untuk perlindungan nilai.

Tak hanya emas, sejumlah logam mulia lain juga diprediksi terus menguat. Delegasi LBMA memperkirakan harga perak dapat mencapai US$ 59 per ons dalam satu tahun, naik dari kisaran US$ 46 pada pekan ini.

Baca Juga :  KPK Lelang Rumah Setya Novanto di Kupang dalam Momentum Hakordia 2025

Sepanjang 2025, perak telah melonjak 62%—kenaikan terbesar dalam 15 tahun—didukung permintaan investasi, keterbatasan pasokan spot di London, dan pembelian besar dari India.

LBMA juga memproyeksikan harga platinum akan naik ke level US$ 1.816 per ons dari posisi saat ini di US$ 1.544.

Sementara itu, paladium diperkirakan menguat hingga US$ 1.709 dari sekitar US$ 1.364. Kedua logam tersebut mengalami reli signifikan tahun ini akibat terganggunya distribusi tambang serta kekhawatiran pasar terhadap kebijakan tarif AS.

Berita Terkait

Geely Galaxy V900 Tembus Rekor Guinness dengan Muatan 42 Orang

Berita Terkait

Jumat, 28 November 2025 - 09:19 WIB

Geely Galaxy V900 Tembus Rekor Guinness dengan Muatan 42 Orang

Senin, 24 November 2025 - 13:00 WIB

Prediksi Mengejutkan: Harga Emas Bisa Sentuh US$ 4.980 Tahun Depan

Berita Terbaru