Jakarta, Pribhumi.com – Saat bulan Ramadan, menu berbuka puasa identik dengan makanan atau minuman manis untuk mengembalikan energi setelah seharian menahan lapar dan haus. Dua hidangan yang paling sering hadir di meja berbuka adalah kurma dan kolak pisang. Keduanya sama-sama memiliki rasa manis, namun kandungan gizinya berbeda dan memberikan efek yang tidak sama bagi tubuh.
Kurma dikenal sebagai buah yang mengandung gula alami yang mudah diserap oleh tubuh. Konsumsi kurma saat berbuka dapat membantu memulihkan energi dengan cepat setelah berpuasa sepanjang hari. Buah ini juga memiliki berbagai nutrisi penting yang bermanfaat bagi kesehatan.
Selain gula alami, kurma mengandung zat besi yang dapat membantu mencegah anemia serta mengurangi risiko pusing selama menjalankan puasa. Kandungan kalium di dalamnya juga berperan penting dalam membantu mengembalikan keseimbangan cairan tubuh atau elektrolit yang berkurang selama berpuasa.
Meskipun bentuknya kering, kurma memiliki kandungan serat yang cukup tinggi. Serat tersebut membantu menjaga kesehatan pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga baik dikonsumsi saat berbuka.
Di sisi lain, kolak pisang juga menjadi salah satu hidangan takjil favorit masyarakat. Makanan ini biasanya dibuat dari pisang kepok yang dimasak bersama santan dan gula aren sehingga menghasilkan rasa manis serta gurih yang khas.
Pisang dalam kolak memberikan sumber karbohidrat yang dapat menyediakan energi lebih tahan lama. Sementara itu, santan menyumbang lemak yang menambah kalori pada hidangan tersebut, dan gula aren memberikan suplai glukosa yang dapat membantu meningkatkan energi dengan cepat.
Namun konsumsi kolak pisang perlu diperhatikan porsinya. Penggunaan santan dan gula aren dalam jumlah banyak dapat meningkatkan asupan kalori secara signifikan jika dimakan berlebihan.
Jika dibandingkan dari segi kalori, tiga butir kurma rata-rata mengandung sekitar 66 kalori tanpa lemak. Sedangkan satu mangkuk kecil kolak pisang dapat mengandung sekitar 160 hingga 200 kalori dengan kandungan lemak sekitar 8 gram.
Jumlah kalori tersebut bahkan bisa lebih tinggi tergantung pada banyaknya santan dan gula aren yang digunakan saat memasak kolak.
Secara umum, kurma lebih direkomendasikan sebagai menu awal saat berbuka karena kalorinya lebih rendah dan mudah dicerna tubuh. Sementara kolak pisang tetap bisa dinikmati, tetapi sebaiknya dalam porsi yang tidak berlebihan agar asupan kalori tetap terkontrol selama bulan puasa.






