Makna dan Sejarah Ketupat Lebaran, Tradisi yang Tak Pernah Hilang

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 22 Maret 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI, Pribhumi.com – Ketupat telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Hari Raya Idulfitri di Indonesia. Hampir di setiap rumah, hidangan ini selalu tersaji sebagai pelengkap makanan khas Lebaran bersama opor ayam, rendang, hingga sayur buncis.

Menjelang hari raya, para pedagang pun mulai ramai menjual anyaman daun kelapa muda sebagai pembungkus ketupat. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi tersebut masih terus dilestarikan oleh masyarakat hingga kini.

Ketupat sendiri merupakan makanan khas Asia Tenggara yang dibuat dari beras yang dimasukkan ke dalam anyaman daun kelapa muda atau daun palma. Beras tersebut kemudian direbus hingga matang dan padat, sehingga menghasilkan tekstur khas yang siap disantap bersama lauk-pauk Lebaran.

Baca Juga :  Pemerintah Belum Satu Suara Soal Putusan MK Larang Polisi Duduki Jabatan Sipil

Tradisi menghadirkan ketupat saat Lebaran ternyata memiliki sejarah panjang. Berdasarkan berbagai sumber, kebiasaan ini erat kaitannya dengan dakwah Sunan Kalijaga dalam menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa. Ketupat digunakan sebagai simbol pendekatan budaya, menggabungkan nilai-nilai Islam dengan tradisi lokal yang sudah berkembang sebelumnya.

Seiring waktu, ketupat tidak hanya menjadi makanan, tetapi juga simbol akulturasi budaya dan kebersamaan dalam masyarakat Indonesia. Tradisi ini menyebar luas ke berbagai daerah, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga Sulawesi.

Lebih dari sekadar hidangan, ketupat juga memiliki makna filosofis yang mendalam. Dalam tradisi Jawa, ketupat sering diartikan sebagai “ngaku lepat” yang berarti mengakui kesalahan. Filosofi ini sejalan dengan momen Lebaran yang identik dengan saling memaafkan.

Baca Juga :  5 Game Seru dan Ringan untuk Temani Ngabuburit Selama Bulan Ramadan

Dengan menyantap ketupat, umat Islam diharapkan dapat merefleksikan diri, mengakui kesalahan, serta mempererat tali silaturahmi dengan sesama. Nilai inilah yang menjadikan ketupat bukan hanya makanan khas, tetapi juga simbol spiritual dan budaya yang terus hidup dalam perayaan Lebaran.

Tradisi ketupat pun menjadi pengingat bahwa Hari Raya Idulfitri bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang kebersamaan, keikhlasan, dan saling memaafkan.

 

Berita Terkait

iPhone Duo Segera Hadir di Indonesia? Ini Spesifikasi dan Perkiraan Harganya
Smiling Depression, Depresi yang Tersembunyi di Balik Senyuman: Kenali 7 Gejalanya
Keramik Lantai Terangkat Bukan Masalah Sepele, Begini Cara Aman Menanganinya
Kidult Economy Jadi Tren, Orang Dewasa Rela Habiskan Rp1 Juta untuk Mainan
Jadwal Lengkap Puasa Sunah Oktober–November 2026: Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, dan Daud
Malware Hirudo Sasar 8 Aplikasi Bank di Indonesia, Pengguna Android Wajib Waspada
Apple Rilis HomePod mini 2, Bawa Chip S10 dan Fitur Siri AI
Cara Membuat Urap Sayur yang Lezat, Rahasia Bumbunya Ada pada Kencur

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 04:31 WIB

iPhone Duo Segera Hadir di Indonesia? Ini Spesifikasi dan Perkiraan Harganya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Smiling Depression, Depresi yang Tersembunyi di Balik Senyuman: Kenali 7 Gejalanya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Keramik Lantai Terangkat Bukan Masalah Sepele, Begini Cara Aman Menanganinya

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Kidult Economy Jadi Tren, Orang Dewasa Rela Habiskan Rp1 Juta untuk Mainan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Jadwal Lengkap Puasa Sunah Oktober–November 2026: Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, dan Daud

Berita Terbaru