Mahasiswa di Iran Gelar Demonstrasi Besar, Bentrok dengan Pendukung Pemerintah

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Aksi demonstrasi besar-besaran yang digelar mahasiswa di berbagai universitas di Iran kembali memicu ketegangan politik nasional. Demonstrasi ini menjadi yang terbesar sejak penindakan keras aparat terhadap aksi protes bulan lalu yang menewaskan sejumlah warga.

Menurut laporan BBC, rekaman yang telah diverifikasi menunjukkan ratusan mahasiswa berbaris di kampus Universitas Teknologi Sharif di Teheran pada Minggu (22/2/2026). Para demonstran membawa bendera nasional dan meneriakkan slogan anti-pemerintah, termasuk seruan “matilah diktator” yang ditujukan kepada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Situasi memanas ketika kelompok pendukung pemerintah muncul di lokasi yang sama. Bentrokan fisik antara kedua kubu pun tidak dapat dihindari, meski sebelumnya demonstrasi berlangsung damai.

Baca Juga :  Dana TKDD berkurang Rp269 triliun: Pelayanan publik dan pembangunan di Daerah terhambat

Aksi serupa juga terjadi di Universitas Shahid Beheshti dan Universitas Teknologi Amir Kabir, di mana mahasiswa melakukan aksi duduk dan meneriakkan tuntutan kebebasan serta reformasi. Di kota Mashhad, mahasiswa juga turun ke jalan sambil menyerukan hak-hak mereka dan kebebasan.

Demonstrasi ini juga menjadi momen penghormatan bagi ribuan korban yang tewas dalam gelombang protes sebelumnya. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi mengenai jumlah penangkapan dalam aksi terbaru tersebut.

Ketegangan domestik ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap Iran. Amerika Serikat dilaporkan meningkatkan kehadiran militernya di kawasan tersebut. Presiden Donald Trump bahkan menyatakan sedang mempertimbangkan kemungkinan tindakan militer terbatas jika negosiasi nuklir tidak mencapai kesepakatan.

Baca Juga :  PBNU Dorong Rukyatul Hilal 29 Sya’ban 1447 H, Meski Posisi Bulan Masih Negatif

Pertemuan antara pejabat Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung di Swiss sebelumnya disebut menghasilkan kemajuan, namun belum ada keputusan final. Trump menyebut dunia akan segera mengetahui apakah kesepakatan tercapai atau langkah militer akan diambil.

Gelombang demonstrasi mahasiswa ini mencerminkan meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap kondisi ekonomi dan politik di Iran, serta menjadi tantangan serius bagi stabilitas pemerintahan saat ini.

Berita Terkait

Selat Hormuz Dibuka Saat Gencatan Senjata, AS Tetap Berlakukan Blokade terhadap Iran
Bupati Kerinci Rotasi Puluhan ASN, Dorong Percepatan Reformasi Birokrasi
Pemprov Jambi Buka Lelang 5 Jabatan Strategis April 2026, Ini Daftar dan Jadwal Lengkapnya
NasDem Tanggapi Isu Fusi dengan Gerindra
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik ke Pemerintahan Prabowo-Gibran Tembus 75 Persen
Dua Kapal Tanker Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Iran Terapkan Protokol Ketat
Pakistan Kerahkan Jet Tempur Lindungi Wilayah Udara Iran dari Ancaman Serangan Israel
Prabowo Segera Lantik Hakim Konstitusi Baru Pengganti Anwar Usman Pekan Ini

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 09:42 WIB

Selat Hormuz Dibuka Saat Gencatan Senjata, AS Tetap Berlakukan Blokade terhadap Iran

Jumat, 17 April 2026 - 23:00 WIB

Bupati Kerinci Rotasi Puluhan ASN, Dorong Percepatan Reformasi Birokrasi

Kamis, 16 April 2026 - 11:00 WIB

Pemprov Jambi Buka Lelang 5 Jabatan Strategis April 2026, Ini Daftar dan Jadwal Lengkapnya

Senin, 13 April 2026 - 21:00 WIB

NasDem Tanggapi Isu Fusi dengan Gerindra

Senin, 13 April 2026 - 15:24 WIB

Survei Poltracking: Kepercayaan Publik ke Pemerintahan Prabowo-Gibran Tembus 75 Persen

Berita Terbaru