Kota Sungai Penuh Dilanda Banjir: Alih Fungsi Hutan Jadi Sorotan Utama

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 29 November 2025 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sungai Penuh, Pribhumi.com  — Kota Sungai Penuh kembali mengalami banjir yang merendam sejumlah titik permukiman. Fenomena ini bukan semata-mata karena curah hujan tinggi, namun dipicu oleh kondisi lingkungan yang semakin rentan akibat hilangnya kawasan hutan yang dulu berfungsi sebagai penyangga air dan penguat tanah.

Kenyataan ini disampaikan oleh Dr.Eng. Ir. Akmaluddin, S.T., M.T., IPM., yang merupakan seorang Akademisi, Universitas Gajah Mada- UGM.

Baca Juga :  Dinsos Kerinci Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Angin Puting Beliung di Dua Kecamatan

Sebagai daerah agraris dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai petani, kebutuhan lahan tanam di Sungai Penuh terus meningkat dari tahun ke tahun. Sayangnya, keterbatasan lahan produktif membuat sebagian masyarakat membuka kawasan hutan, termasuk yang berada di wilayah Taman Nasional. Praktik alih fungsi lahan inilah yang secara perlahan melemahkan daya serap tanah dan mempermudah aliran air menggerus permukaan bumi.

Baca Juga :  BMKG Peringatkan Puncak Hujan Desember: Kerinci dan Sungai Penuh Diminta Siaga Banjir dan Longsor

Kini, ketika hujan turun deras, wilayah yang sebelumnya terlindungi oleh hutan harus menanggung dampaknya. Kontur tanah yang tak lagi stabil dan berkurangnya pepohonan membuat banjir semakin mudah terjadi. Kondisi ini memunculkan keprihatinan banyak pihak dan menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan alam sebagai bagian dari mitigasi bencana.

 

Berita Terkait

Integrasi Budaya dan Syiar Islam dalam Tradisi Kerinci serta Konsep Martabat Tujuh
Pengesahan KUHAP Baru Picu Polemik: Kekuasaan Aparat Menguat, Perlindungan Warga Dipertanyakan
“Uhang Tuo Dalam Imbo”: Spiritualitas Kerinci yang Menjaga Harmoni Alam dan Manusia
Safwandi: Tradisi Kerinci Terancam Punah Akibat Gagal Dipahami dan Salah Diterjemahkan
Adat Sebagai Fondasi Pemekaran Wilayah: Seruan LAM Kerinci Menjaga Marwah dan Hak Ulayat
Dana Transfer Daerah & Stabilitas Politik

Berita Terkait

Sabtu, 29 November 2025 - 19:00 WIB

Kota Sungai Penuh Dilanda Banjir: Alih Fungsi Hutan Jadi Sorotan Utama

Kamis, 20 November 2025 - 15:00 WIB

Integrasi Budaya dan Syiar Islam dalam Tradisi Kerinci serta Konsep Martabat Tujuh

Rabu, 19 November 2025 - 22:00 WIB

Pengesahan KUHAP Baru Picu Polemik: Kekuasaan Aparat Menguat, Perlindungan Warga Dipertanyakan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 07:47 WIB

“Uhang Tuo Dalam Imbo”: Spiritualitas Kerinci yang Menjaga Harmoni Alam dan Manusia

Selasa, 28 Oktober 2025 - 23:09 WIB

Safwandi: Tradisi Kerinci Terancam Punah Akibat Gagal Dipahami dan Salah Diterjemahkan

Berita Terbaru