JAKARTA, Pribhumi.com — Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kondisi pasokan energi nasional kini telah melewati fase krisis yang sempat dipicu konflik di Timur Tengah.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa situasi ketahanan energi Indonesia sudah kembali stabil setelah sebelumnya sempat terdampak oleh gejolak global, khususnya akibat konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Konflik tersebut diketahui sempat mengganggu distribusi energi dunia, terutama ketika Iran menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur vital pengiriman minyak internasional. Dampaknya, harga energi global sempat mengalami lonjakan signifikan.
Namun demikian, Bahlil menegaskan bahwa kondisi tersebut kini telah terkendali. Ia menyebut Indonesia sudah berhasil melewati masa sulit terkait pasokan BBM.
Menurutnya, ketersediaan energi nasional saat ini berada dalam kondisi aman. Stok BBM disebut telah berada di atas ambang batas minimum, yakni lebih dari 20 hari. Sementara itu, cadangan LPG nasional juga masih terjaga dengan baik, berada di atas 10 hari.
Meski kondisi pasokan relatif aman, pemerintah tetap mengingatkan masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak. Penghematan dinilai penting guna menjaga stabilitas pasokan di tengah ketidakpastian global.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipatif agar konsumsi energi tetap terkendali dan tidak menimbulkan tekanan baru terhadap cadangan nasional di masa mendatang.











