Purbaya Ungkap Proyek Fiktif di Sumatera Selatan, Dorong Pemda Perbaiki Tata Kelola Keuangan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 06:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com — Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti indikasi adanya proyek fiktif di Sumatera Selatan, yang menurutnya menjadi bukti bahwa reformasi tata kelola pemerintahan di daerah belum sepenuhnya tuntas.

“Data KPK juga mengingatkan kita, dalam tiga tahun terakhir masih banyak kasus di daerah. Ada suap audit BPK di Sorong dan Meranti, jual-beli jabatan di Bekasi, sampai proyek fiktif BUMD di Sumatera Selatan. Artinya, reformasi tata kelola ini belum selesai,” ujar Purbaya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2025 di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Senin (20/10).

Baca Juga :  KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT Pajak Jakarta Utara, Suap Pengurangan Nilai Pajak Capai Rp4 Miliar

Purbaya meminta seluruh pemerintah daerah (pemda) untuk segera berbenah dengan memperbaiki sistem pengelolaan keuangan, transparansi, dan disiplin anggaran.

Ia mengutip hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2024 yang menunjukkan skor integritas nasional hanya 71,53, di bawah target 74. Rata-rata skor integritas di tingkat provinsi hanya 67 dan kabupaten 69, yang berarti sebagian besar daerah masih berada di zona rentan korupsi.

Baca Juga :  Media Massa Dianggap Benteng Terakhir Verifikasi Informasi di Tengah Serbuan Hoaks

“Coba tolong perbaiki dua triwulan ke depan, jadi saya bisa ngomong ke atas. Yang penting ekonominya bergerak, dan merata, bukan hanya di pusat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Purbaya menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik. Menurutnya, tata kelola yang bersih akan meningkatkan kepercayaan masyarakat, memperkuat iklim investasi, dan mendorong ketahanan ekonomi daerah.

“Mari kita kelola uang publik dengan hati-hati, cepat, dan bertanggung jawab supaya ekonomi daerah makin kuat dan masyarakat makin sejahtera,” tutupnya.

Berita Terkait

KPK Dalami Dugaan Korupsi Cukai yang Libatkan PT Djarum, Kerugian Negara Ditaksir Triliunan Rupiah
Wacana MBG Masuk Kurikulum Sekolah Tuai Sorotan DPR, Legislator Ingatkan Beban Siswa
ATR/BPN Catat 9,77 Juta Sertifikat Tanah Elektronik, Pemilik Sertifikat Lama Bisa Beralih
Gus Falah Minta Kejaksaan Bubarkan Perusahaan Pelaku Karhutla, 20 Korporasi Jadi Tersangka
Kemenag Targetkan Materi Edukasi LGBTQ Masuk Kurikulum pada Awal Tahun Ajaran 2027
Dokter Ungkap Fakta Penggunaan Oksigen Saat Kabut Asap Karhutla, Ini yang Perlu Diketahui
KPK Usul Harta Tak Dilaporkan Dirampas, Sahroni Ingatkan Potensi Pelanggaran HAM
Kurangi Kemacetan Libur Nataru, Kemenhub Ajukan WFH pada Tiga Tanggal Ini

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 05:19 WIB

KPK Dalami Dugaan Korupsi Cukai yang Libatkan PT Djarum, Kerugian Negara Ditaksir Triliunan Rupiah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:14 WIB

Wacana MBG Masuk Kurikulum Sekolah Tuai Sorotan DPR, Legislator Ingatkan Beban Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 02:10 WIB

ATR/BPN Catat 9,77 Juta Sertifikat Tanah Elektronik, Pemilik Sertifikat Lama Bisa Beralih

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 01:10 WIB

Gus Falah Minta Kejaksaan Bubarkan Perusahaan Pelaku Karhutla, 20 Korporasi Jadi Tersangka

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Dokter Ungkap Fakta Penggunaan Oksigen Saat Kabut Asap Karhutla, Ini yang Perlu Diketahui

Berita Terbaru