Gibran Tegas Tolak Usulan Kenaikan BBM dari Jusuf Kalla

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 10 April 2026 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Pribhumi.com – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menegaskan pemerintah tidak akan mengikuti usulan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sebelumnya disampaikan oleh Jusuf Kalla.

Gibran bahkan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada mantan wakil presiden tersebut karena kebijakan yang diusulkan tidak sejalan dengan arah pemerintah saat ini.

Menurutnya, menjaga stabilitas harga BBM—khususnya yang bersubsidi—merupakan prioritas utama sesuai instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan ini diambil untuk melindungi daya beli masyarakat kecil di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Ia menegaskan bahwa kenaikan harga BBM berpotensi menimbulkan dampak berantai, seperti lonjakan harga kebutuhan pokok dan biaya transportasi yang pada akhirnya semakin membebani masyarakat.

Sebagai alternatif, pemerintah memilih memperkuat efisiensi anggaran serta mempercepat transisi energi. Salah satu langkah konkret ditunjukkan melalui peresmian pabrik perakitan kendaraan listrik di Magelang, yang menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada BBM fosil dalam jangka panjang.

Baca Juga :  Rata-rata Gaji Pekerja Indonesia Rp 3,29 Juta, Lulusan dan Sektor Kerja Jadi Penentu

Di sisi lain, Jusuf Kalla sebelumnya mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan kenaikan harga BBM guna mengurangi beban subsidi dan menekan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut JK, lonjakan harga minyak dunia akibat konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel membuat beban subsidi energi semakin besar. Jika kondisi ini terus dipertahankan, maka risiko peningkatan utang negara dinilai semakin tinggi.

Ia berpendapat bahwa pengurangan subsidi merupakan langkah realistis untuk menjaga stabilitas fiskal, meskipun berpotensi menimbulkan penolakan di awal. Namun, berdasarkan pengalamannya di pemerintahan, masyarakat akan dapat menerima kebijakan tersebut jika disampaikan secara transparan.

Baca Juga :  NasDem Tanggapi Isu Fusi dengan Gerindra

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membuka peluang adanya penyesuaian harga BBM, terutama untuk jenis nonsubsidi. Pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) masih melakukan simulasi dan perhitungan berdasarkan pergerakan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP).

Saat ini, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, dan Dex Series masih mengacu pada kebijakan terakhir per Maret 2026. Adapun BBM bersubsidi tetap dipertahankan pada harga Pertalite Rp10.000 per liter dan Solar subsidi Rp6.800 per liter.

Penyesuaian pada BBM nonsubsidi dinilai sebagai jalan tengah untuk menjaga kesehatan fiskal negara tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi masyarakat luas.

 

Berita Terkait

Ledakan Diduga Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor, 5 Orang Tewas dan 3 Masih Hilang
Waspada Penipuan Layanan Imigrasi Online, Ini Kanal Resmi dan Denda Paspor Hilang atau Rusak
Meta Resmi Luncurkan Facebook, Instagram, dan WhatsApp Berbayar
Harga Emas Antam Melonjak Rp25.000 per Gram, Tembus Rp2,799 Juta pada Akhir Mei 2026
Rupiah Diprediksi Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Ancaman Inflasi dan PHK Massal Mengintai
SIM Digital Kini Sah Saat Razia, Pengendara Tak Bisa Lagi Alasan Lupa Bawa SIM
Organisasi Jepang ANNYA Cari Rumah Angker di Indonesia
Tekanan Rupiah Belum Usai, Ini Penyebab Mata Uang Garuda Terus Melemah

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:00 WIB

Ledakan Diduga Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor, 5 Orang Tewas dan 3 Masih Hilang

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:00 WIB

Waspada Penipuan Layanan Imigrasi Online, Ini Kanal Resmi dan Denda Paspor Hilang atau Rusak

Sabtu, 30 Mei 2026 - 23:00 WIB

Meta Resmi Luncurkan Facebook, Instagram, dan WhatsApp Berbayar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:00 WIB

Harga Emas Antam Melonjak Rp25.000 per Gram, Tembus Rp2,799 Juta pada Akhir Mei 2026

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:00 WIB

Rupiah Diprediksi Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Ancaman Inflasi dan PHK Massal Mengintai

Berita Terbaru

Jambi

Progres Tol Palembang–Jambi Tembus 82 Persen

Senin, 1 Jun 2026 - 03:00 WIB

Tips dan informasi

5 Warna Cat Rumah yang Bikin Suasana Lebih Bahagia dan Nyaman

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:00 WIB