LAMPUNG, Pribhumi.com – Warga di Lampung dihebohkan dengan kemunculan benda bercahaya yang melintas di langit pada malam hari. Peristiwa tersebut terekam video dan dengan cepat menyebar luas di media sosial, memicu beragam spekulasi dari warganet.
Sebagian netizen bahkan mengaitkan fenomena itu dengan rudal, termasuk menyebutnya sebagai “rudal Iran”. Namun, dugaan tersebut dipastikan tidak benar.
Objek bercahaya itu tampak melesat dengan jejak panjang di langit dan beberapa kali terlihat pecah menjadi serpihan-serpihan kecil. Fenomena ini pun menimbulkan rasa penasaran sekaligus kekhawatiran di tengah masyarakat.
Profesor astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa benda tersebut merupakan sampah antariksa dari sisa roket Tiongkok jenis CZ-3B.
Menurutnya, berdasarkan data pelacakan dan analisis orbit, objek tersebut melintas dari arah India menuju Samudera Hindia di bagian barat Sumatera. Saat memasuki atmosfer Bumi pada ketinggian sekitar 120 kilometer, benda itu mengalami gesekan kuat dengan udara sehingga terbakar dan terpecah.
“Itulah yang terlihat oleh masyarakat di Lampung dan Banten,” jelasnya.
Fenomena jatuhnya sampah antariksa sebenarnya bukan hal baru dalam dunia astronomi. Namun, kejadian yang dapat terlihat langsung oleh masyarakat di wilayah Indonesia tergolong jarang terjadi. Peristiwa serupa terakhir tercatat pada 2022, ketika objek sejenis melintas di langit Lampung dan jatuh di wilayah Sanggau, Kalimantan Barat.
Lebih lanjut, Djamaluddin menegaskan bahwa peristiwa ini umumnya tidak berbahaya. Sebagian besar material sampah antariksa akan habis terbakar sebelum mencapai permukaan Bumi. Risiko hanya muncul jika ada bagian yang bertahan dan jatuh ke daratan, meski hingga kini belum pernah menimbulkan dampak signifikan.
Ia juga menjelaskan bahwa penyebab utama jatuhnya sampah antariksa adalah perlambatan orbit akibat gesekan dengan atmosfer. Benda seperti roket bekas atau satelit yang sudah tidak aktif akan terus kehilangan ketinggian hingga akhirnya masuk ke atmosfer padat dan terbakar.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang jika menyaksikan fenomena serupa di masa depan. Selain aman, kejadian ini juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan pemahaman publik terhadap ilmu pengetahuan, khususnya di bidang astronomi dan keantariksaan.











