Aktivis Kerinci Kritik Lomba Selfie di Tumpukan Sampah, DLH Beri Klarifikasi dan Paparkan Strategi Penanganan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KERINCI, Pribhumi.com – Polemik terkait persoalan kebersihan di Kabupaten Kerinci kembali menjadi perbincangan publik. Setelah sebelumnya sorotan datang dari LSM PEDAS terhadap kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kerinci, kali ini kritik keras disampaikan oleh aktivis senior Kerinci, Zalmiyanto yang lebih dikenal dengan sapaan Anto Black.

Melalui unggahannya di media sosial, tokoh yang kerap dijuluki sebagai Pentolan Hitam Putih tersebut menilai respons DLH Kerinci terhadap persoalan sampah belum menyentuh akar permasalahan. Ia menyoroti munculnya kegiatan yang menampilkan lomba swafoto atau selfie di sekitar tumpukan sampah, sementara masyarakat justru menantikan langkah konkret untuk mengatasi persoalan kebersihan yang kian mengkhawatirkan.

Anto Black menyebut fenomena tersebut sebagai sebuah ironi. Menurutnya, ketika masyarakat membutuhkan solusi nyata dan cepat terhadap persoalan sampah, yang muncul justru kegiatan yang dianggap bersifat simbolik.

“Dunia sudah terbalik. Dinas LH Kerinci lagi viral dengan lawakannya, sibuk mempertontonkan lomba selfie cantik di tumpukan sampah saat warga butuh solusi cepat,” tulisnya dalam unggahan tersebut.

Ia juga menilai bahwa persoalan sampah di Kerinci tidak akan pernah tuntas apabila daerah tersebut belum memiliki fasilitas pengolahan sampah yang memadai, seperti Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) atau Tempat Pemrosesan Sampah Akhir (TPSA).

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut merupakan kunci utama dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Tanpa infrastruktur yang jelas, berbagai program penanganan sampah dinilai hanya bersifat sementara.

Baca Juga :  Lonjakan Harga Emas Picu Kebijakan Unik, Malaysia Izinkan Warga Kelantan Mendulang Emas

“Selagi tidak ada TPST atau TPSA, masalah sampah tidak akan selesai sampai kapan pun, sehebat apa pun teorinya,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pola pengangkutan sampah yang dinilai masih kurang tertib. Ia mengingatkan agar armada pengangkut sampah dapat bekerja lebih profesional dan tidak menimbulkan persoalan baru, seperti sampah yang tercecer di sepanjang jalan.

Anto Black berharap pemerintah daerah dapat menangani persoalan sampah secara lebih serius dan terencana, sehingga tidak hanya menjadi sorotan publik, tetapi juga menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kerinci, Neneng Susanti, S.Hut., M.Si., memberikan klarifikasi terkait foto dirinya yang sempat ramai dibicarakan di media sosial. Dalam keterangannya kepada Media Andalas Group, ia menjelaskan bahwa foto tersebut diambil saat kegiatan survei dan identifikasi lokasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dilakukan di sepanjang jalan nasional yang meliputi wilayah Gunung Kerinci, Kayu Aro hingga Bukit Kerman. Langkah tersebut merupakan bagian dari tahap awal program nasional “Asri” yang bertujuan memetakan titik-titik penumpukan sampah ilegal agar dapat segera ditangani.

“Identifikasi ini kami lakukan untuk melihat seberapa parah kondisi persampahan kita. Kami tidak hanya sekadar berfoto, tetapi sedang mencari solusi nyata agar persoalan ini tidak berlarut-larut,” ujarnya.

Baca Juga :  Makna dan Keutamaan Iktikaf di Bulan Ramadan, Lengkap dengan Syarat dan Waktu Terbaik Melaksanakannya

Sebagai tindak lanjut, sejak Jumat (13/3) pemerintah daerah telah menggerakkan Satgas Kebersihan Pra dan Pasca Idul Fitri. Kegiatan gotong royong massal dimulai dari wilayah Kayu Aro Barat dan Ujung Ladang, kemudian akan dilanjutkan ke Danau Kerinci Barat hingga wilayah Bukit Kerman.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, tokoh adat, pemuda, hingga unsur TNI dan Polri.

Selain penanganan langsung di lapangan, DLH Kerinci juga tengah menyiapkan sejumlah langkah jangka panjang untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah. Di antaranya adalah program edukasi pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga serta optimalisasi Instalasi Pengolahan Sampah Terpadu (IPST) yang direncanakan segera diresmikan oleh Bupati Kerinci.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga mengklaim telah memperoleh dukungan dari pemerintah pusat. Hasil audiensi dengan Menteri Lingkungan Hidup pada Februari lalu disebut menghasilkan komitmen bantuan sarana dan prasarana untuk pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan penguatan fasilitas IPST di Kabupaten Kerinci.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah saja. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan agar pengelolaan lingkungan di Kerinci dapat berjalan lebih baik dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Kenaikan Tarif Travel Disepakati, Dishub Kerinci Masih Lakukan Pembahasan
Speedboat Wisata Alami Kecelakaan di Danau Kerinci, Kemudi Patah Picu Insiden
DLH Akui Lonjakan Sampah, Penanganan Masih Jadi Tantangan
BMKG: Waspada Hujan Petir di Kerinci dan Sungai Penuh Sore Ini
Solidaritas Kemanusiaan: Karang Taruna Tunas Jaya dan PP-TLS Galang Donasi Terbuka untuk Korban Kebakaran di Koto Datuk
Breaking News! Api Melahap 3 Rumah di Desa Koto Datuk, Warga Panik
Gunung Kerinci Bersiap Sambut Pelari Dunia dalam Ajang Internasional “Kerinci 100” 2026
Uang Palsu Beredar di Hiang Kerinci, Pedagang Resah Minta Polisi Bertindak

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 13:00 WIB

Kenaikan Tarif Travel Disepakati, Dishub Kerinci Masih Lakukan Pembahasan

Senin, 30 Maret 2026 - 23:52 WIB

Speedboat Wisata Alami Kecelakaan di Danau Kerinci, Kemudi Patah Picu Insiden

Senin, 30 Maret 2026 - 17:00 WIB

DLH Akui Lonjakan Sampah, Penanganan Masih Jadi Tantangan

Senin, 30 Maret 2026 - 11:00 WIB

BMKG: Waspada Hujan Petir di Kerinci dan Sungai Penuh Sore Ini

Sabtu, 28 Maret 2026 - 21:21 WIB

Solidaritas Kemanusiaan: Karang Taruna Tunas Jaya dan PP-TLS Galang Donasi Terbuka untuk Korban Kebakaran di Koto Datuk

Berita Terbaru

Ekonomi dan Bisniss

Kenaikan Tarif Travel Disepakati, Dishub Kerinci Masih Lakukan Pembahasan

Kamis, 2 Apr 2026 - 13:00 WIB