Apa Itu Blood Moon? Fenomena Saat Gerhana Bulan Total

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Fenomena Blood Moon atau “bulan merah” terjadi saat gerhana Bulan total, ketika Bulan tampak berwarna kemerahan. Warna ini muncul karena cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi mengalami pembiasan dan penyaringan.

Menurut penjelasan sains dari NASA, atmosfer Bumi menyaring cahaya biru dan membiaskan cahaya merah ke arah Bulan. Akibatnya, saat Bulan berada sepenuhnya dalam bayangan inti (umbra) Bumi, permukaannya terlihat merah tembaga.

Wakil Direktur Komunikasi Sains Divisi Heliofisika di Goddard Space Flight Center NASA, C. Alex Young, menjelaskan bahwa gerhana Bulan merah ini merupakan bagian dari rangkaian gerhana Bulan total yang terjadi berturut-turut dalam periode tertentu.

Baca Juga :  MK Ubah Pasal Perintangan Penyidikan Korupsi karena Dinilai Multitafsir

Jadwal Gerhana Bulan Total (3 Maret 2026)

Durasi total gerhana: **5 jam 41 menit 51 detik**
Durasi fase sebagian: **3 jam 27 menit 47 detik**

### Tahapan Waktu (WIB)

* Gerhana penumbra mulai: **15.42.44**
* Gerhana sebagian mulai: **16.49.46**
* Gerhana total mulai: **18.03.56**
* Puncak gerhana: **18.33.39**
* Gerhana total berakhir: **19.03.23**
* Gerhana sebagian berakhir: **20.17.33**
* Gerhana penumbra berakhir: **21.24.35**

(Waktu juga tersedia dalam WITA dan WIT dengan selisih +1 dan +2 jam dari WIB.)

Cara Mengamati *Blood Moon*

Kabar baiknya, fenomena ini bisa dilihat dengan **mata telanjang** tanpa alat khusus. Cukup cari lokasi dengan langit cerah dan minim polusi cahaya.

Baca Juga :  Ini 8 Pantangan Makanan bagi Pengidap Asam Lambung

Namun, jika ingin melihat detail permukaan Bulan lebih jelas, kamu bisa menggunakan:

* Teropong (binokular)
* Teleskop

Tidak seperti gerhana Matahari, gerhana Bulan aman untuk dilihat tanpa pelindung mata khusus.

Mengapa Disebut “Blood Moon”?

Istilah ini bukan istilah ilmiah resmi, melainkan sebutan populer karena warna merah yang menyerupai darah saat fase totalitas berlangsung.

Fenomena ini termasuk peristiwa astronomi yang relatif jarang dan menarik untuk diamati, terutama karena bisa disaksikan langsung dari berbagai wilayah Indonesia.

Berita Terkait

Listrik Sering Padam Saat Hujan? Waspadai Instalasi Rumah yang Tidak Aman
Kreasi Es Segar untuk Buka Puasa, Tiga Resep Andalan dengan Isian Berlimpah
Ini 4 Cara Cegah Kantuk saat Kerja di Bulan Puasa
Puasa Terasa Menguras Energi? Ini Pola Makan yang Perlu Diperbaiki
Semur Telur Tahu Betawi, Lauk Sederhana dengan Rasa Kaya Rempah
Tips Agar Pengajuan Visa Tidak Ditolak
Rahasia Bikin Baterai Mobil Listrik Lebih Awet
Cara Maksimalkan Keamanan Akun WhatsApp agar Terhindar dari Pembajakan

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 19:00 WIB

Apa Itu Blood Moon? Fenomena Saat Gerhana Bulan Total

Selasa, 3 Maret 2026 - 13:00 WIB

Kreasi Es Segar untuk Buka Puasa, Tiga Resep Andalan dengan Isian Berlimpah

Selasa, 3 Maret 2026 - 07:00 WIB

Ini 4 Cara Cegah Kantuk saat Kerja di Bulan Puasa

Senin, 2 Maret 2026 - 21:00 WIB

Puasa Terasa Menguras Energi? Ini Pola Makan yang Perlu Diperbaiki

Senin, 2 Maret 2026 - 17:00 WIB

Semur Telur Tahu Betawi, Lauk Sederhana dengan Rasa Kaya Rempah

Berita Terbaru

Tips dan informasi

Apa Itu Blood Moon? Fenomena Saat Gerhana Bulan Total

Kamis, 5 Mar 2026 - 19:00 WIB

Infotainment

Teuku Ryan Curhat Kerinduan pada Putrinya di Bulan Ramadan

Kamis, 5 Mar 2026 - 17:00 WIB