Jakarta, Pribhumi.com – Listrik yang tiba-tiba padam saat hujan deras kerap dianggap gangguan biasa. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah serius pada instalasi listrik rumah yang berpotensi membahayakan penghuni.
Hujan tidak hanya membuat area sekitar basah, tetapi juga memungkinkan air masuk ke bagian penting sistem kelistrikan. Air yang bersentuhan dengan komponen listrik dapat memicu pemutus sirkuit bekerja otomatis untuk mencegah korsleting, sengatan listrik, hingga kebakaran. Selain itu, kelembapan tinggi dapat menyebabkan korosi pada kabel, sambungan, dan panel listrik.
Beberapa penyebab umum listrik mendadak padam saat hujan antara lain air yang masuk ke stopkontak atau lampu luar ruangan tanpa pelindung tahan cuaca, kabel bawah tanah dengan isolasi yang sudah aus, panel listrik yang bocor, lapisan pelindung komponen luar ruangan yang usang, serta penggunaan kabel ekstensi yang tidak dirancang untuk area terbuka.
Tanda-tanda instalasi listrik tidak aman saat musim hujan juga perlu diwaspadai. Di antaranya listrik selalu padam setiap kali hujan turun, pemutus sirkuit sering mati setelah hujan deras, lampu berkedip, stopkontak mengeluarkan dengungan, hingga muncul karat atau bau terbakar di sekitar panel listrik.
Untuk mencegah risiko, pemilik rumah disarankan menggunakan penutup stopkontak dan panel listrik yang tahan cuaca, memasang stopkontak Ground Fault Circuit Interrupter (GFCI) di area lembap, memeriksa kondisi kabel secara berkala, serta memastikan drainase di sekitar panel listrik berfungsi baik agar tidak terjadi genangan.
Jika gangguan terus terjadi atau ditemukan tanda kerusakan akibat air dan karat, sebaiknya segera menghubungi teknisi listrik profesional. Instalasi yang sudah tua atau tidak sesuai standar juga perlu diperbarui demi menjaga keamanan rumah selama musim hujan.











