Jakarta, Pribhumi.com – Upaya mengakselerasi pertumbuhan pariwisata nasional berbasis budaya diperkuat melalui pertemuan strategis antara Fadli Zon dan Widiyanti Putri Wardhana di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (25/2/2026). Kedua kementerian sepakat mengoptimalkan pemanfaatan aset budaya sebagai daya ungkit peningkatan kunjungan wisatawan.
Pertemuan tersebut membahas integrasi data Cagar Budaya Nasional dan Warisan Budaya Takbenda (WBTb), penguatan ekosistem event, penyusunan pola perjalanan wisata (travel pattern), hingga promosi digital dan diplomasi budaya di tingkat global.
Fadli Zon menekankan bahwa budaya dan pariwisata merupakan dua sektor yang saling berkaitan erat. Ia menyebut, Kementerian Kebudayaan saat ini mengelola ratusan cagar budaya nasional serta ribuan WBTb yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata sejarah, religi, hingga kuliner.
Sejumlah kawasan prioritas seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Kompleks Ratu Boko, dan Candi Plaosan telah masuk dalam skema kerja sama pengelolaan dengan InJourney. Pemerintah juga tengah memperkuat pengembangan kawasan Percandian Dieng dan Percandian Muara Jambi, termasuk pembangunan Candi Kedaton serta Koto Mahligai.
Terkait Borobudur, Fadli menyebut kapasitas kunjungan masih berpeluang dioptimalkan. Saat ini kuota wisatawan yang dapat naik ke struktur utama dibatasi sekitar 4.000 orang per hari guna menjaga kelestarian situs.
Selain situs candi, potensi wisata sejarah juga diarahkan ke kawasan seperti Banda Neira dengan narasi Jalur Rempah, benteng kolonial di Maluku, serta situs prasejarah Leang-Leang di Sulawesi Selatan dan Leang Metanduno di Muna yang memiliki nilai arkeologis tinggi.
Di sektor seni dan perfilman, Indonesia terus memperkuat diplomasi budaya melalui partisipasi dalam forum internasional seperti Venice Biennale dan penyelenggaraan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF).
Keterlibatan seniman Indonesia di ajang global dinilai turut memperkuat citra pariwisata nasional.
Sementara itu, Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa Kementerian Pariwisata fokus pada penguatan promosi dan infrastruktur destinasi, termasuk optimalisasi platform digital indonesia.travel.id yang telah dilengkapi fitur analisis tren berbasis kecerdasan buatan.
Ia menargetkan kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 14 persen dengan proyeksi 17 juta wisatawan. Program Kharisma Event Nusantara (KEN) yang tahun ini menghadirkan 145 event juga diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui integrasi event budaya dan promosi terpadu.
Kolaborasi lintas kementerian ini diharapkan mampu membangun ekosistem pariwisata berbasis budaya secara menyeluruh, mulai dari pelindungan aset, penguatan narasi, hingga promosi global yang berkelanjutan.











