Bandung, Pribhumi.com – Kasus tewasnya seorang siswa SMP berinisial Z (13) yang jasadnya ditemukan di kawasan eks Kampung Gajah, Kabupaten Bandung Barat, memasuki babak baru. Aparat kepolisian telah mengamankan dua remaja berinisial YA (16) dan AP (17) yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
Korban diketahui merupakan warga Kecamatan Leuwigoong, Garut. Sementara lokasi penemuan jasad berada di wilayah Kabupaten Bandung Barat pada Jumat (13/2/2026) malam.
Berikut rangkaian fakta yang terungkap dari hasil penyelidikan:
1. Ditemukan Banyak Luka di Tubuh Korban
Kapolres Cimahi, Niko N. Adi Putra, menyampaikan hasil autopsi menunjukkan adanya sejumlah luka serius pada tubuh korban. Tim medis menemukan luka akibat senjata tajam di bagian perut serta luka di kepala yang diduga akibat benturan benda tumpul.
Korban dilaporkan mengalami sekitar delapan luka tusukan selain luka hantaman di bagian kepala.
2. Keluarga Sempat Memindahkan Sekolah Korban
Pihak keluarga mengaku sudah lama mengkhawatirkan pergaulan korban dengan salah satu pelaku, YA, sejak keduanya masih duduk di bangku sekolah dasar. Untuk menjauhkan dari lingkungan tersebut, korban sempat dipindahkan sekolah ke Kota Bandung.
Namun, menurut keterangan keluarga, pelaku tetap berusaha menjalin komunikasi dan mendatangi korban.
3. Kecurigaan Muncul Sejak Korban Hilang
Saat korban dilaporkan hilang pada 9 Februari 2026, keluarga langsung mencurigai YA. Riwayat hubungan pertemanan yang dinilai bermasalah menjadi alasan utama kecurigaan tersebut.
4. Warga dan Aparat Desa Mengaku Terkejut
Kepala desa setempat, Uce Saepurohman, menyatakan keterkejutannya atas keterlibatan dua remaja dalam kasus ini. Warga disebut tidak menyangka pelaku yang masih berusia belasan tahun dapat melakukan tindakan kekerasan berat.
5. Catatan Perilaku YA
Menurut informasi dari lingkungan sekitar, YA sempat memiliki masalah kedisiplinan di sekolah dan pernah tidak aktif selama kurang lebih satu tahun sebelum kembali bersekolah.
6. AP Sudah Putus Sekolah
Berbeda dengan YA yang masih tercatat sebagai pelajar, AP (17) diketahui telah putus sekolah. Sehari-hari ia bekerja sebagai buruh lepas yang membantu pemasangan dekorasi acara, termasuk pesta pernikahan.
7. Latar Belakang Kehidupan Korban
Korban memiliki latar belakang keluarga yang cukup berat. Ia menjadi piatu sejak kelas 4 SD dan sempat diasuh keluarga besar ibunya. Korban lahir di Bandung pada 2012 dan merupakan anak kedua dari empat bersaudara.
Ia sempat bersekolah di Garut sebelum akhirnya kembali ke Bandung.
Saat ini kedua pelaku telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut. Penyidik masih mendalami motif serta kronologi lengkap kejadian.











