MAROS, Pribhumi.com – Sebuah pesawat jenis ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak saat melintas di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Pesawat tersebut diduga mengalami kecelakaan dan jatuh di kawasan pegunungan yang sulit dijangkau.
Komando Daerah Militer (Kodam) XIV/Hasanuddin bersama TNI Angkatan Udara langsung melakukan langkah cepat dengan mengerahkan helikopter tempur Caracal untuk melakukan pemantauan udara. Upaya ini dilakukan setelah terdeteksi titik api yang dicurigai sebagai bekas ledakan pesawat di kawasan Gunung Lapihao, Kecamatan Leang-leang.
Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, mengungkapkan bahwa indikasi awal diperoleh dari hasil pemantauan udara serta laporan warga setempat. Sejumlah warga mengaku mendengar suara dentuman keras yang disusul dengan terlihatnya cahaya api dari kejauhan di area pegunungan.
“Dari pemantauan sementara helikopter Caracal, terindikasi adanya api di kawasan Gunung Lapihao. Informasi ini juga diperkuat oleh kesaksian masyarakat yang mendengar suara ledakan,” ujar Bangun.
Meski demikian, pihak TNI menegaskan bahwa seluruh temuan tersebut masih bersifat dugaan awal. Kepastian lokasi dan kondisi pesawat akan ditentukan setelah tim darat dan tim udara berhasil menjangkau titik yang dicurigai.
“Belum bisa dipastikan secara final. Kami masih menunggu hasil verifikasi langsung di lapangan untuk memastikan apakah itu benar lokasi jatuhnya pesawat,” tambahnya.
Proses pencarian dan evakuasi terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan yang terjal serta cuaca di wilayah pegunungan Maros.










