BMKG Peringatkan Puncak Hujan Desember: Kerinci dan Sungai Penuh Diminta Siaga Banjir dan Longsor

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 28 November 2025 - 21:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerinci, Pribhumi.com Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Depati Parbo Kerinci, Kurnia Ningsih menyampaikan peringatan dini terkait meningkatnya akumulasi curah hujan yang terjadi sejak November dan diperkirakan terus menguat hingga Januari mendatang. Kondisi ini menimbulkan potensi besar terjadinya banjir dan longsor, terutama di wilayah Sumatera bagian barat.

Menurut BMKG, debit air Sungai Batang Merao menunjukkan tren kenaikan signifikan dan diperkirakan terus meningkat hingga memasuki puncak musim hujan pada Desember. “Kenaikan debit sungai ini harus menjadi perhatian pemerintah daerah dan masyarakat karena berpotensi menimbulkan banjir di sepanjang daerah aliran sungai, dataran rendah, serta wilayah rawan longsor,” ujar  Kepala BMKG Depati Parbo Kerinci Kurnia Ningsih dalam keterangan resminya saat interaktif di station radio Andalas fm Kerinci, Jumat (28/11/2025).

Baca Juga :  Kejari Sungai Penuh Dalami Dugaan Transaksi Ilegal Lahan di Kawasan TNKS

Wilayah Kerinci dan Sungai Penuh turut menjadi sorotan karena curah hujan di beberapa area sudah mencapai kategori tinggi. Meski beberapa titik masih mencatat curah hujan menengah, potensi peningkatannya pada Desember dinilai cukup besar. BMKG menegaskan bahwa penilaian risiko banjir tidak hanya bergantung pada curah hujan, tetapi juga kondisi lingkungan, terutama ketika debit sungai telah meningkat sebelum puncak musim hujan berlangsung.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap waspada sepanjang bulan Desember. Para petani dan dinas terkait juga diminta mengantisipasi kemungkinan luapan air yang dapat merendam lahan persawahan.

Baca Juga :  Aktivis Kerinci Kritik Lomba Selfie di Tumpukan Sampah, DLH Beri Klarifikasi dan Paparkan Strategi Penanganan

Kurnia ningsih mengatakan BMKG telah merilis peringatan cuaca ekstrem untuk sepekan ke depan, mencakup potensi banjir, longsor, angin kencang, hingga puting beliung. Informasi pembaruan akan disampaikan secara rutin melalui media sosial resmi, baik harian, mingguan, maupun bulanan.

Dibandingkan dengan bencana banjir besar pada awal 2024, BMKG memperkirakan dampak tahun ini tidak akan sebesar sebelumnya. Hal itu dikarenakan sejumlah langkah antisipatif seperti pengerukan dan normalisasi sungai telah dilakukan sehingga mampu mengurangi risiko luapan besar.

BMKG menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah menjadi faktor utama dalam meminimalkan dampak bencana yang mungkin terjadi selama puncak musim hujan akhir tahun ini.

Berita Terkait

Polres Kerinci Respons Cepat Laka Lantas di Koto Iman, Korban Sepakat Selesaikan Secara Kekeluargaan
Longsor dan Pohon Tumbang di Jalur Sungai Penuh–Tapan, Akses Terbatas dan Truk Tertahan
Arif Taklukkan Puncak Gunung Kerinci dalam 3 Jam di Ajang Kerinci 100 2026
HIPMI Kerinci Silaturahmi ke Jenderal Nazali Lempo, Bahas Penguatan Pengusaha Muda
Kerinci 100 2026 Kian Mendunia, Ratusan Pelari dari 12 Negara Taklukkan Rute Ekstrem Gunung Kerinci
Tarif Travel Kerinci–Sungai Penuh Naik, Ini Penjelasan Dishub
Kenaikan Tarif Travel Disepakati, Dishub Kerinci Masih Lakukan Pembahasan
Speedboat Wisata Alami Kecelakaan di Danau Kerinci, Kemudi Patah Picu Insiden

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 17:00 WIB

Polres Kerinci Respons Cepat Laka Lantas di Koto Iman, Korban Sepakat Selesaikan Secara Kekeluargaan

Senin, 6 April 2026 - 12:44 WIB

Longsor dan Pohon Tumbang di Jalur Sungai Penuh–Tapan, Akses Terbatas dan Truk Tertahan

Sabtu, 4 April 2026 - 23:31 WIB

HIPMI Kerinci Silaturahmi ke Jenderal Nazali Lempo, Bahas Penguatan Pengusaha Muda

Sabtu, 4 April 2026 - 19:00 WIB

Kerinci 100 2026 Kian Mendunia, Ratusan Pelari dari 12 Negara Taklukkan Rute Ekstrem Gunung Kerinci

Jumat, 3 April 2026 - 18:39 WIB

Tarif Travel Kerinci–Sungai Penuh Naik, Ini Penjelasan Dishub

Berita Terbaru