Waspada DBD Saat Musim Hujan, Ini Cara Efektif Cegah Nyamuk Aedes Aegypti di Rumah

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi, Pribhumi.com – Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman kesehatan yang kerap muncul, terutama saat musim hujan tiba. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, yang mudah berkembang biak di lingkungan lembap dengan banyak genangan air.

Kondisi rumah yang kurang terawat menjadi salah satu faktor utama meningkatnya risiko penyebaran nyamuk penyebab DBD. Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan lingkungan tempat tinggal menjadi langkah penting dalam mencegah penyakit ini.

Penyebab Nyamuk Aedes Aegypti Muncul di Rumah

Nyamuk Aedes aegypti umumnya berkembang biak di air bersih yang tergenang dan jarang diperhatikan, seperti bak mandi, ember, pot bunga, hingga wadah bekas. Air yang dibiarkan terlalu lama menjadi tempat ideal bagi nyamuk untuk bertelur dan berkembang menjadi larva.

Selain itu, lingkungan yang kotor, saluran air tersumbat, serta tumpukan barang bekas juga dapat menjadi sarang nyamuk. Kurangnya pencahayaan dan sirkulasi udara di dalam rumah semakin mempercepat perkembangbiakan nyamuk.

Baca Juga :  Dendam di Tempat Karaoke Berujung Maut, Pembunuh Pegawai Bulog di Tulang Bawang Ditangkap

Tips Merawat Rumah agar Bebas Nyamuk

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah nyamuk berkembang di rumah:

Rutin Menguras Penampungan Air

Bersihkan bak mandi dan wadah air minimal seminggu sekali untuk memutus siklus hidup nyamuk.

Menutup Wadah Air

Pastikan tempat penampungan air seperti drum dan toren tertutup rapat agar tidak menjadi tempat bertelur.

Mengelola Barang Bekas

Buang atau daur ulang barang bekas seperti kaleng, botol, dan ban yang dapat menampung air hujan.

Menjaga Kebersihan Lingkungan

Bersihkan halaman, selokan, dan saluran air secara rutin agar tidak menjadi sarang nyamuk.

Menggunakan Pelindung Anti Nyamuk

Gunakan kelambu atau pasang kawat nyamuk pada ventilasi untuk mencegah gigitan.

Menanam Tanaman Pengusir Nyamuk

Tanaman seperti serai, lavender, dan mint dapat membantu mengurangi keberadaan nyamuk secara alami.

Baca Juga :  Otak penyelundupan dua ton sabu jaringan internasional Fredy Pratama, berhasil ditangkap BNN RI

Memakai Obat Anti Nyamuk Secara Tepat

Gunakan lotion, semprotan, atau alat elektrik sesuai anjuran agar tetap aman bagi kesehatan.

Memperbaiki Sirkulasi Udara dan Pencahayaan

Rumah yang terang dan memiliki ventilasi baik akan membuat nyamuk tidak betah.

Terapkan Metode 3M Plus

Pemerintah juga menganjurkan metode 3M Plus sebagai langkah pencegahan utama, yaitu:

Menguras tempat penampungan air

Menutup wadah air

Memanfaatkan kembali barang bekas

Plus: menggunakan obat nyamuk, menanam tanaman pengusir, dan menjaga kebersihan lingkungan

Bahaya Gigitan Nyamuk Aedes Aegypti

Gigitan nyamuk ini dapat menyebabkan gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, hingga pendarahan. Jika tidak ditangani dengan baik, DBD dapat berkembang menjadi kondisi serius yang berpotensi mengancam nyawa.

Pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk melindungi keluarga. Dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat, risiko penyebaran DBD dapat ditekan secara signifikan.

 

Berita Terkait

Mengenal Barnum Effect: Saat Otak Mudah Percaya Deskripsi Umum Seolah Sangat Personal
Jangan Sepelekan! Ini Dampak Buruk Jarang Cuci Seprai dan Waktu Ideal Menggantinya
Deretan Merek Indonesia Mendunia: Dari Indomie hingga Erigo, Kualitas Lokal Rasa Global
7 Resep Olahan Telur Sederhana, Praktis dan Lezat untuk Menu Harian
Rahasia Olah Daging Kambing Tanpa Bau Prengus dan Cepat Empuk, Ini Tips Lengkapnya
Jejak Awal Kehidupan Darat: Inilah Tumbuhan Pertama di Bumi dan Perannya dalam Evolusi
5 Tanda Kamu Punya Aura Pemimpin Alami, Sudah Terlihat Sejak Sehari-hari
Mengenal Tanda Lahir pada Bayi: Jenis, Penyebab, dan Kapan Harus Diwaspadai

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 23:00 WIB

Mengenal Barnum Effect: Saat Otak Mudah Percaya Deskripsi Umum Seolah Sangat Personal

Selasa, 28 April 2026 - 15:00 WIB

Jangan Sepelekan! Ini Dampak Buruk Jarang Cuci Seprai dan Waktu Ideal Menggantinya

Selasa, 28 April 2026 - 11:13 WIB

Deretan Merek Indonesia Mendunia: Dari Indomie hingga Erigo, Kualitas Lokal Rasa Global

Selasa, 28 April 2026 - 07:00 WIB

7 Resep Olahan Telur Sederhana, Praktis dan Lezat untuk Menu Harian

Senin, 27 April 2026 - 15:58 WIB

Rahasia Olah Daging Kambing Tanpa Bau Prengus dan Cepat Empuk, Ini Tips Lengkapnya

Berita Terbaru

Ekonomi dan Bisniss

Harga Emas Antam Berbalik Naik, Tembus Rp2,79 Juta per Gram di Awal Mei 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:00 WIB