Harga BBM Pertamina 1 Mei 2026 Tetap, Pemerintah Utamakan Stabilitas di Tengah Kenaikan Minyak Dunia

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – PT Pertamina (Persero) resmi mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) pada periode 1 Mei 2026. Keputusan ini membuat seluruh harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, tidak mengalami perubahan dibandingkan periode sebelumnya.

Berdasarkan data dari situs MyPertamina, harga Pertamax Turbo masih berada di angka Rp19.400 per liter. Sementara itu, Dexlite tetap dijual seharga Rp23.600 per liter, mengikuti harga terakhir yang ditetapkan pada 18 April 2026. Untuk Pertamina Dex, harga juga tidak berubah, yakni Rp23.900 per liter.

Di sisi lain, BBM subsidi juga tetap dipertahankan. Pertalite masih dijual dengan harga Rp10.000 per liter, sedangkan solar subsidi bertahan di level Rp6.800 per liter. Adapun Pertamax tetap berada pada harga Rp12.300 per liter.

Baca Juga :  Enam Pekerja PETI Tewas Tertimbun Longsor di Limun Sarolangun

Penetapan harga BBM sendiri mengacu pada formula yang ditetapkan pemerintah, dengan mempertimbangkan dua faktor utama, yaitu harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Hal ini diatur dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 19 K/10/MEM/2019, yang menggunakan rata-rata harga publikasi Mean of Platts Singapore (MOPS) sebagai acuan.

Dalam dua bulan terakhir, harga minyak global menunjukkan tren kenaikan signifikan. Rata-rata harga minyak Brent periode Maret–April tercatat sebesar US$100,69 per barel, meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar US$85,20 per barel. Sementara itu, minyak jenis WTI juga naik menjadi rata-rata US$94,19 per barel dari sebelumnya US$78,35 per barel.

Baca Juga :  OJK Cabut Izin Usaha BPR Koperindo Jaya, Bank Resmi Ditutup dan Masuk Proses Likuidasi

Kondisi ini seharusnya mendorong kenaikan harga BBM non-subsidi karena meningkatnya biaya impor minyak. Terlebih, nilai tukar rupiah juga mengalami tekanan terhadap dolar AS.

Namun demikian, pemerintah memilih untuk tidak melakukan penyesuaian harga. Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan faktor stabilitas ekonomi, perlindungan daya beli masyarakat, serta untuk menghindari dampak sosial dan politik yang berpotensi muncul jika harga BBM dinaikkan dalam kondisi saat ini.

Berita Terkait

Tarif Listrik PLN Mei–Juni 2026 Tetap, Pemerintah Jaga Daya Beli dan Stabilitas Ekonomi
Harga Minyak Dunia Tetap Tinggi di Awal Mei 2026, Sentimen Geopolitik dan Produksi Picu Volatilitas
Harga Emas Antam Berbalik Naik, Tembus Rp2,79 Juta per Gram di Awal Mei 2026
Rupiah Melemah, Ini Daftar 10 Mata Uang Terendah di Dunia Tahun 2026
Sudirman Resmi Jadi Komisaris Utama Bank Jambi, Dorong Transformasi dan Kemandirian Daerah
Indonesia Kantongi Komitmen Impor 150 Juta Barel Minyak dari Rusia
Toyota Tambah Investasi Rp 20 Triliun di Indonesia, Fokus Manufaktur dan Baterai
Pemerintah Siapkan Rp 12 Triliun untuk Petani, 170 Bupati Dikumpulkan Bahas Hibah Tanaman dan Irigasi

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 04:00 WIB

Tarif Listrik PLN Mei–Juni 2026 Tetap, Pemerintah Jaga Daya Beli dan Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 02:00 WIB

Harga BBM Pertamina 1 Mei 2026 Tetap, Pemerintah Utamakan Stabilitas di Tengah Kenaikan Minyak Dunia

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:59 WIB

Harga Minyak Dunia Tetap Tinggi di Awal Mei 2026, Sentimen Geopolitik dan Produksi Picu Volatilitas

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:00 WIB

Harga Emas Antam Berbalik Naik, Tembus Rp2,79 Juta per Gram di Awal Mei 2026

Selasa, 28 April 2026 - 09:00 WIB

Rupiah Melemah, Ini Daftar 10 Mata Uang Terendah di Dunia Tahun 2026

Berita Terbaru

Ekonomi dan Bisniss

Harga Emas Antam Berbalik Naik, Tembus Rp2,79 Juta per Gram di Awal Mei 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:00 WIB