Calon Haji Asal Kerinci Tunda Berangkat ke Tanah Suci karena Sakit

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi, Pribhumi.com – Dua calon jamaah haji asal Provinsi Jambi yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) BTH 19 terpaksa menunda keberangkatan ke Tanah Suci akibat kondisi kesehatan yang menurun menjelang keberangkatan haji 2026.

Kedua jamaah tersebut berasal dari Kabupaten Merangin dan Kerinci, yakni Muhammad Ali (51) serta Suradi Kartawiyono (74). Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, keduanya dinyatakan belum layak terbang karena mengalami gangguan kesehatan serius.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, mengatakan Muhammad Ali didiagnosis menderita gagal ginjal kronis atau Chronic Kidney Disease (CKD) stadium lima. Sementara Suradi Kartawiyono mengalami pneumonia atau radang paru-paru.

Baca Juga :  Operasi Keselamatan Siginjai 2026 Dimulai, Polda Jambi Kedepankan Pendekatan Humanis dan Digitalisasi Penindakan

“Kedua calon haji mengalami gangguan kesehatan sehingga keberangkatannya ditunda sementara. Tim medis masih terus memantau kondisi keduanya,” ujar Wahyudi, Selasa (12/5/2026).

Muhammad Ali dipastikan batal berangkat pada musim haji tahun ini setelah adanya rekomendasi resmi dari Balai Karantina Kesehatan Kelas II Jambi yang menyatakan dirinya tidak layak melakukan perjalanan haji.

Sementara itu, Suradi Kartawiyono masih memiliki peluang untuk diberangkatkan apabila kondisi kesehatannya membaik dalam waktu dekat. Saat ini, tim medis masih melakukan pemantauan intensif karena kadar oksigen dalam darah Suradi masih berada di bawah normal.

“Jika dalam dua hari ke depan kondisi kesehatannya membaik, kemungkinan bisa diberangkatkan melalui kloter berikutnya, kemungkinan bergabung dengan kloter 25,” jelasnya.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Suhu Panas Mulai Terasa April 2026, Sejumlah Wilayah Lebih “Terpanggang”

Dengan tertundanya keberangkatan dua jamaah tersebut, jumlah jamaah haji dalam kloter BTH 19 yang diberangkatkan ke Arab Saudi menjadi sebanyak 442 orang.

Rincian jamaah dalam kloter tersebut terdiri dari:

Jamaah asal Kabupaten Kerinci sebanyak 156 orang

Jamaah asal Kabupaten Merangin sebanyak 279 orang

Jamaah asal Muaro Jambi sebanyak 1 orang

Petugas TPHD sebanyak 2 orang

Petugas PPIH sebanyak 4 orang

Pihak Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi memastikan seluruh jamaah yang diberangkatkan telah melalui pemeriksaan kesehatan ketat demi menjaga keselamatan selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

Berita Terkait

Al Haris Lantik Lima Pejabat Eselon II, Tegaskan Jabatan Bukan Kesempatan Menyalahgunakan Wewenang
Gubernur Al Haris Tegaskan Jambi Tolak Praktik LGBT, Kedepankan Nilai Agama dan Adat
Bupati di Wilayah Barat Jambi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Pemalsuan Akta
Jambi Masuki Puncak Kemarau 2026, BPBD Siagakan 81 Posko Antisipasi Karhutla dan El Nino
Ombudsman Jambi Dorong KPK Tindak Temuan Maladministrasi yang Berpotensi Korupsi di Pelayanan Publik
Ombudsman Jambi dan KPK Perkuat Sinergi Cegah Korupsi di Sektor Pelayanan Publik
5 Pejabat Utama Polda Jambi Dimutasi, Kapolresta Jambi dan Kapolres Muaro Jambi Berganti
Curi Kabel Induk PLN Sepanjang Ratusan Meter, Pelaku Ditangkap Usai Dikejar di Area Rawa

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:13 WIB

Gubernur Al Haris Tegaskan Jambi Tolak Praktik LGBT, Kedepankan Nilai Agama dan Adat

Selasa, 7 Juli 2026 - 08:02 WIB

Bupati di Wilayah Barat Jambi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Pemalsuan Akta

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:01 WIB

Jambi Masuki Puncak Kemarau 2026, BPBD Siagakan 81 Posko Antisipasi Karhutla dan El Nino

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:00 WIB

Ombudsman Jambi Dorong KPK Tindak Temuan Maladministrasi yang Berpotensi Korupsi di Pelayanan Publik

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:49 WIB

Ombudsman Jambi dan KPK Perkuat Sinergi Cegah Korupsi di Sektor Pelayanan Publik

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Jul 2026 - 11:00 WIB