Terungkap! Pikun Bukan Sekadar Faktor Usia, Ini Penyebabnya di Tingkat Molekuler

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi, Pribhumi.com – Penurunan daya ingat yang kerap dianggap sebagai bagian alami dari penuaan ternyata memiliki penyebab yang lebih kompleks. Penelitian terbaru mengungkap bahwa gangguan memori tidak hanya dipengaruhi usia, tetapi juga perubahan spesifik di tingkat molekuler dalam otak.

Tim peneliti dari Virginia Tech menemukan bahwa proses biologis tertentu di dalam sel otak berperan besar dalam menurunnya kemampuan mengingat. Temuan ini membuka peluang baru dalam pengembangan terapi untuk mengatasi gangguan memori, termasuk demensia.

Profesor madya di Fakultas Ilmu Hewan, Pertanian, dan Ilmu Hayati, Timothy Jarome, menjelaskan bahwa perubahan molekuler tersebut dapat dipelajari dan bahkan ditargetkan untuk intervensi medis di masa depan.

Salah satu fokus utama penelitian ini adalah proses yang dikenal sebagai poliubikuitinasi K63. Mekanisme ini berfungsi mengatur aktivitas protein dalam sel saraf. Ketika proses berjalan normal, komunikasi antar neuron berlangsung optimal sehingga memori dapat terbentuk dengan baik.

Baca Juga :  Wisata Ekstrem di Rusia Berujung Maut, Turis Belarusia Hilang Terseret Arus Sungai Es

Namun, seiring bertambahnya usia, terjadi ketidakseimbangan aktivitas di beberapa bagian otak. Di hipokampus—bagian yang berperan dalam pembentukan memori—aktivitas meningkat, sementara di amigdala—yang berkaitan dengan memori emosional—justru menurun. Ketimpangan ini diduga menjadi pemicu gangguan daya ingat.

Untuk mengatasi hal tersebut, peneliti memanfaatkan teknologi penyuntingan gen seperti CRISPR. Dengan pendekatan ini, mereka mampu mengatur ulang proses molekuler di kedua area otak tersebut. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada fungsi memori.

Selain itu, penelitian juga menyoroti peran gen IGF2 yang penting dalam pembentukan ingatan. Gen ini diketahui mengalami penurunan fungsi akibat proses metilasi DNA, yaitu penambahan penanda kimia yang dapat menonaktifkan gen.

Baca Juga :  Penangkapan Pengedar Sabu di Hiang Tinggi, Satresnarkoba Polres Kerinci Amankan 5,9 Gram Barang Bukti

Melalui teknik CRISPR-dCas9, para ilmuwan berhasil mengaktifkan kembali gen IGF2 pada tikus berusia lanjut. Aktivasi ini terbukti meningkatkan kemampuan memori secara signifikan.

Meski demikian, peneliti menegaskan bahwa waktu intervensi menjadi faktor krusial. Upaya perbaikan memori akan lebih efektif jika dilakukan saat penurunan fungsi mulai terjadi, bukan sebelum muncul gejala.

Temuan ini memberikan harapan baru dalam upaya memahami dan menangani gangguan memori di masa depan, sekaligus menegaskan bahwa pikun bukan sekadar konsekuensi tak terhindarkan dari penuaan.

Berita Terkait

4 Makanan dan Minuman yang Bisa Membantu Meredakan Gejala Asam Lambung
Jangan Langsung Buang Air Mendidih ke Wastafel, Ini Risiko yang Mengintai Pipa
5 Pilihan Warna Cat Rumah yang Berpotensi Kurang Menarik bagi Nyamuk, Apa Saja?
Jangan Dibiarkan Menumpuk! Ini 5 Isi Freezer yang Perlu Segera Diperiksa, Termasuk Es Batu.
Asam Jawa, Jahe, dan Serai Bisa Diolah Jadi Minuman Herbal, Ini Potensi Manfaatnya
Bukan Cuma Rumah Kotor, Ini 4 Faktor yang Mengundang Hama Masuk ke Hunian
Bingung Memilih Makanan Tinggi Protein? Ikan, Telur, Daging, dan Kacang Punya Keunggulan Berbeda
Audit Rumah Tasya Farasya Ungkap Besi dan Mutu Beton Tak Sesuai Spesifikasi

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:44 WIB

4 Makanan dan Minuman yang Bisa Membantu Meredakan Gejala Asam Lambung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:55 WIB

Jangan Langsung Buang Air Mendidih ke Wastafel, Ini Risiko yang Mengintai Pipa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:38 WIB

5 Pilihan Warna Cat Rumah yang Berpotensi Kurang Menarik bagi Nyamuk, Apa Saja?

Jumat, 30 Oktober 2026 - 03:10 WIB

Jangan Dibiarkan Menumpuk! Ini 5 Isi Freezer yang Perlu Segera Diperiksa, Termasuk Es Batu.

Jumat, 30 Oktober 2026 - 02:59 WIB

Asam Jawa, Jahe, dan Serai Bisa Diolah Jadi Minuman Herbal, Ini Potensi Manfaatnya

Berita Terbaru