Chatra Borobudur Akan Dipasang dari Perunggu, Fadli Zon: Dorong Wisata Religi dan Sejarah

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Magelang, Pribhumi.com – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa chatra yang direncanakan dipasang di puncak Candi Borobudur tidak menggunakan material batu, melainkan perunggu dengan konsep adaptasi yang lebih ringan.

Pernyataan tersebut disampaikan Fadli saat menghadiri kirab pusaka di kawasan Candi Borobudur pada Jumat (17/4/2026) malam. Ia menjelaskan bahwa penggunaan bahan perunggu merupakan bentuk penyesuaian yang telah diterapkan di berbagai situs keagamaan Buddha di dunia.

Menurutnya, konsep serupa juga digunakan di sejumlah negara seperti India, Thailand, Vietnam, Kamboja, hingga Myanmar, termasuk di lokasi yang diyakini sebagai tempat kelahiran Sang Buddha.

Fadli berharap, pemasangan chatra ini nantinya mampu meningkatkan daya tarik wisata, baik dari sisi sejarah maupun religi. Ia optimistis kehadiran elemen tersebut dapat menarik lebih banyak wisatawan, khususnya umat Buddha dari berbagai negara.

Baca Juga :  Pemkot Palembang Denda Rp500 Ribu bagi Pembuang Sampah Sembarangan

Ia menyebutkan bahwa populasi umat Buddha di dunia mencapai sekitar 500 hingga 600 juta orang. Jika sebagian kecil saja berkunjung ke Borobudur, angka kunjungan wisatawan bisa meningkat signifikan.

Terkait realisasi pemasangan, Fadli menyampaikan bahwa prosesnya masih berjalan dan harus melalui sejumlah tahapan, termasuk kajian dampak (impact assessment) serta berbagai uji kelayakan lainnya. Ia memastikan seluruh proses dilakukan secara prosedural dan hati-hati.

Baca Juga :  LAM Jambi Turun ke Daerah, Nilai Kinerja dan Peran Lembaga Adat Kabupaten/Kota

Dalam kegiatan kirab pusaka tersebut, miniatur chatra juga turut diarak sebagai bagian dari upaya sosialisasi kepada masyarakat. Fadli menyebut bahwa rencana ini merupakan aspirasi yang telah lama disuarakan oleh komunitas, khususnya umat Buddha.

Ia juga menyinggung dorongan dari UNESCO agar situs warisan dunia tidak hanya menjadi monumen statis, tetapi berkembang sebagai “living heritage” atau warisan hidup.

Menurutnya, kegiatan seperti kirab pusaka hingga rencana pemasangan chatra menjadi bagian penting dalam menghidupkan nilai budaya dan spiritual di Candi Borobudur, sehingga tidak sekadar menjadi objek wisata, tetapi juga pusat aktivitas budaya dan keagamaan.

 

Berita Terkait

10 Kuliner Legendaris Khas Jambi yang Wajib Dicoba
Mināṅga Tamwan dan Misteri Awal Sriwijaya: Antara Muaro Jambi, Minangkabau, dan Hulu Batanghari
LAM Jambi Turun ke Daerah, Nilai Kinerja dan Peran Lembaga Adat Kabupaten/Kota
Kunjungan Wisatawan Asing ke Indonesia Tembus 4,68 Juta hingga April 2026
Bahasa Kerinci, Warisan Melayu Kuno yang Tetap Hidup di Jantung Sumatra
Ketika Malaya Nyaris Bergabung dengan Indonesia: Jejak Gagasan Besar Indonesia Raya yang Tak Pernah Terwujud
BRIN Ungkap Sungai Purba Paparan Sunda Diduga Jadi Jalur Migrasi Manusia Modern Awal di Asia Tenggara
Limbago Adat sebagai Ruh, Lembaga Adat sebagai Wadah

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 03:00 WIB

10 Kuliner Legendaris Khas Jambi yang Wajib Dicoba

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:00 WIB

Mināṅga Tamwan dan Misteri Awal Sriwijaya: Antara Muaro Jambi, Minangkabau, dan Hulu Batanghari

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:25 WIB

LAM Jambi Turun ke Daerah, Nilai Kinerja dan Peran Lembaga Adat Kabupaten/Kota

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:00 WIB

Kunjungan Wisatawan Asing ke Indonesia Tembus 4,68 Juta hingga April 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:00 WIB

Bahasa Kerinci, Warisan Melayu Kuno yang Tetap Hidup di Jantung Sumatra

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

10 Kuliner Legendaris Khas Jambi yang Wajib Dicoba

Sabtu, 6 Jun 2026 - 03:00 WIB