Kecerdasan Manusia Ternyata Bukan dari Satu Bagian Otak, Ini Temuan Terbaru Ilmuwan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 5 April 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI, Pribhumi.com – Selama puluhan tahun, para ilmuwan berupaya memetakan bagian-bagian otak untuk memahami bagaimana kemampuan kognitif manusia terbentuk. Fokus penelitian meliputi fungsi seperti konsentrasi, memori, bahasa, hingga kemampuan bernalar.

Pendekatan ini awalnya diharapkan mampu menjelaskan peran spesifik setiap bagian otak. Namun, pertanyaan penting tetap muncul: bagian otak mana yang sebenarnya paling menentukan kecerdasan manusia?

Penelitian terbaru dari University of Notre Dame mengungkap temuan berbeda. Kecerdasan manusia ternyata tidak berasal dari satu area tertentu di otak. Sebaliknya, kecerdasan muncul dari interaksi kompleks antar berbagai jaringan otak yang bekerja secara terkoordinasi.

Dilansir dari ScienceDaily, dalam ilmu saraf modern, otak dipahami sebagai kumpulan sistem yang memiliki fungsi berbeda, seperti memori, perhatian, persepsi, dan bahasa. Meski pemisahan ini membantu memahami struktur otak, pendekatan tersebut belum mampu sepenuhnya menjelaskan bagaimana pikiran manusia terbentuk secara utuh.

Untuk menjawab hal tersebut, tim peneliti menggunakan teknik neuroimaging guna mempelajari organisasi otak secara menyeluruh. Mereka menganalisis data pemindaian otak serta kemampuan kognitif dari ratusan orang dewasa dalam proyek Human Connectome Project.

Baca Juga :  WhatsApp Siapkan Layanan Berlangganan WhatsApp Plus, Pengguna Bisa Pin Hingga 20 Chat

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan umum tidak bertumpu pada satu jaringan saja. Sebaliknya, kecerdasan muncul ketika berbagai jaringan otak saling terhubung dan bertukar informasi secara efisien.

Kecerdasan umum sendiri merujuk pada kemampuan seseorang untuk belajar, memecahkan masalah, serta beradaptasi dengan situasi baru.

Profesor psikologi Aron Barbey menjelaskan bahwa inti dari kecerdasan bukan terletak pada lokasi tertentu di otak, melainkan pada bagaimana jaringan-jaringan tersebut bekerja sama dalam memproses informasi.

Penelitian ini didasarkan pada kerangka teori yang dikenal sebagai Network Neuroscience Theory. Teori ini memandang otak sebagai sistem besar yang terdiri dari jaringan-jaringan yang saling terhubung.

Menurut teori tersebut, kecerdasan bergantung pada beberapa faktor utama. Pertama, kemampuan otak dalam membagi tugas ke berbagai sistem khusus. Kedua, kekuatan koneksi antar jaringan, terutama koneksi jarak jauh yang memungkinkan aliran informasi berlangsung cepat.

Selain itu, terdapat bagian otak yang berperan sebagai “koordinator”, yang menentukan jaringan mana yang harus aktif saat seseorang belajar, mengambil keputusan, atau menyelesaikan masalah.

Baca Juga :  Polres Kerinci Imbau Warga Waspada Akun Palsu yang Mengatasnamakan Kapolres AKBP Arya Tesa Brahmana

Keseimbangan antara spesialisasi fungsi di area kecil otak dan integrasi seluruh jaringan juga menjadi kunci. Ketika jaringan-jaringan kecil dapat bekerja efisien sekaligus tetap terhubung, otak mampu memproses informasi dengan lebih fleksibel.

Temuan ini juga membantu menjelaskan perubahan kecerdasan sepanjang hidup manusia. Kecerdasan dapat berkembang pada masa kanak-kanak, menurun di usia lanjut, serta terdampak oleh cedera otak yang luas. Dalam kondisi tersebut, yang berubah bukan hanya satu fungsi, melainkan koordinasi seluruh sistem otak.

Para peneliti menilai, pemahaman ini juga berpotensi menjadi inspirasi dalam pengembangan kecerdasan buatan atau AI. Jika kecerdasan manusia berasal dari kerja sama berbagai sistem, maka teknologi AI masa depan kemungkinan perlu dirancang dengan pendekatan serupa.

Hasil studi ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications pada 26 Januari 2026 dengan judul “The Network Architecture of General Intelligence in the Human Connectome”.

 

Berita Terkait

Waspadai 5 Tanda Penyakit Ginjal yang Sering Diabaikan
Teh Hijau atau Kopi Hitam, Mana yang Lebih Efektif Membantu Menurunkan Berat Badan? Ini Penjelasannya
297 Calon Dokter Terancam Kehilangan Kesempatan Lulus, Kemenkes Soroti Masalah Retaker UKNPDPD
Kenali Alasan Harus Pasang Ring Jantung, Biaya hingga Cara Ditanggung BPJS Kesehatan
Dokter Bedah Plastik Ingatkan Masyarakat Jangan Tergiur Tren Klinik Korea, Utamakan Keamanan dan Legalitas
7 Cara Menjaga Kesehatan di Usia 40 Tahun ke Atas agar Tetap Bugar dan Produktif
Makan Malam dan Diabetes, Benarkah Ada Kaitannya?
Ramai Diperdebatkan, Ini Penjelasan Dokter soal MPASI Dini dan Waktu yang Tepat untuk Bayi Mulai Makan

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:00 WIB

Waspadai 5 Tanda Penyakit Ginjal yang Sering Diabaikan

Minggu, 28 Juni 2026 - 03:00 WIB

Teh Hijau atau Kopi Hitam, Mana yang Lebih Efektif Membantu Menurunkan Berat Badan? Ini Penjelasannya

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:00 WIB

297 Calon Dokter Terancam Kehilangan Kesempatan Lulus, Kemenkes Soroti Masalah Retaker UKNPDPD

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:00 WIB

Kenali Alasan Harus Pasang Ring Jantung, Biaya hingga Cara Ditanggung BPJS Kesehatan

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:00 WIB

Dokter Bedah Plastik Ingatkan Masyarakat Jangan Tergiur Tren Klinik Korea, Utamakan Keamanan dan Legalitas

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Jul 2026 - 11:00 WIB