Jakarta, Pribhumi.com – Senne Lammens perlahan membuktikan diri sebagai jawaban atas kebutuhan penjaga gawang utama di Manchester United. Sempat diragukan saat didatangkan dari Royal Antwerp pada Oktober lalu dengan nilai transfer 18,1 juta paun, kiper berusia 23 tahun itu kini justru menjadi salah satu pemain paling konsisten di skuad.
Di tengah musim yang sempat berjalan sulit, terutama pada periode akhir kepelatihan Ruben Amorim, Lammens tampil tenang dan stabil. Ia menghadirkan rasa aman di lini belakang dan membangun kepercayaan baik dari rekan setim maupun para pendukung.
Sepanjang musim ini di Premier League, ia telah mencatatkan lima clean sheet dari 21 penampilan. Minim kesalahan dan konsisten dalam pengambilan keputusan membuat kontribusinya terasa signifikan dalam membantu tim bersaing di papan atas.
Lammens menegaskan bahwa peran kiper bukan semata soal melakukan penyelamatan spektakuler. Dalam wawancaranya kepada BBC, ia menyebut detail kecil dan kepercayaan tim sebagai aspek yang sama pentingnya.
Menurutnya, melakukan tugas dasar dengan baik, menjaga komunikasi, serta memastikan lini belakang merasa aman adalah fondasi utama seorang penjaga gawang. Ia lebih memilih efektivitas dibanding aksi bombastis yang sekadar menarik perhatian.
Sementara itu, tim juga memasuki fase baru setelah pergantian kepemimpinan di bangku pelatih. Dalam laga terbaru melawan Burnley, tim dipimpin oleh Darren Fletcher sebagai pelatih sementara, menandai babak lanjutan perjalanan klub musim ini.











