Viral Ubah Foto Jadi Animasi AI, Pakar Keamanan Ingatkan Risiko Kebocoran Data

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Tren mengubah foto pribadi menjadi ilustrasi atau animasi berbasis kecerdasan buatan sedang ramai di media sosial. Banyak orang mengunggah foto diri, lalu menambahkan informasi tentang pekerjaan, aktivitas, hingga kehidupan pribadi agar hasil gambar terlihat lebih detail dan personal. Meski terlihat kreatif dan menyenangkan, para pakar keamanan siber menilai kebiasaan ini berisiko tinggi.

Perusahaan keamanan global Kaspersky mengingatkan bahwa tren tersebut bukan sekadar penggunaan filter biasa. Untuk menghasilkan ilustrasi yang sesuai, pengguna sering kali memberikan data tambahan seperti nama lengkap, jabatan, tempat kerja, lokasi, hingga informasi keluarga. Tanpa disadari, data tersebut dapat membentuk profil digital yang sangat rinci.

Profil inilah yang berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber. Informasi detail memungkinkan penjahat menyusun pesan phishing yang tampak sangat meyakinkan karena menyebutkan identitas, pekerjaan, atau lingkungan korban secara spesifik. Serangan yang dipersonalisasi seperti ini jauh lebih sulit dikenali dibandingkan pesan penipuan biasa.

Baca Juga :  Film Dalam Sujudku Angkat Kisah Nyata Pernikahan Jarak Jauh, Sarat Pesan Spiritual

Managing Director Asia Pasifik Kaspersky, Adrian Hia, menyebut tren ini dapat menjadi “cetak biru” bagi pelaku rekayasa sosial. Menurutnya, ketika seseorang membagikan detail kehidupan pribadi hanya untuk mendapatkan ilustrasi unik, mereka sebenarnya memberikan konteks yang dapat dimanfaatkan untuk merancang penipuan yang sangat personal.

Risiko ini dinilai semakin besar di kawasan Asia Pasifik, di mana penggunaan teknologi AI berkembang pesat, namun literasi keamanan digital belum sepenuhnya merata. Selain foto dan teks perintah, beberapa platform AI juga berpotensi menyimpan metadata seperti alamat IP, riwayat penggunaan, hingga pola interaksi, tergantung kebijakan privasinya.

Data tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan layanan atau melatih model AI, tetapi juga berisiko jika terjadi kebocoran atau penyalahgunaan. Bahkan informasi yang terlihat sepele bisa menjadi berbahaya ketika digabungkan dengan data lain.

Baca Juga :  Elon Musk Gratiskan Layanan Starlink untuk Korban Banjir Sumatera hingga Akhir 2025

Karena itu, kesadaran akan keamanan digital menjadi sangat penting di tengah pesatnya adopsi teknologi AI.

Tips Aman Mengikuti Tren Animasi AI

Agar tetap aman saat mencoba tren ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Hindari memasukkan informasi pribadi seperti nama lengkap, alamat, jabatan, atau detail rutinitas harian. Jangan mengunggah foto yang memperlihatkan logo perusahaan, kartu identitas, dokumen, atau data sensitif lainnya. Sebaiknya juga tidak membagikan foto maupun informasi anak di bawah umur.

Selain itu, luangkan waktu untuk membaca kebijakan privasi platform AI sebelum menggunakannya. Pastikan memahami bagaimana data disimpan dan digunakan. Mengaktifkan perlindungan keamanan digital dan waspada terhadap tautan mencurigakan juga dapat membantu mencegah serangan phishing.

Teknologi AI memang menawarkan kreativitas tanpa batas, tetapi tetap perlu digunakan dengan bijak. Jangan sampai kesenangan sesaat justru membuka celah bagi kejahatan digital.

Berita Terkait

Aplikasi Mammora Bantu Perempuan Deteksi Dini Kanker Payudara Lewat SADARI
Honor 600 Series Resmi Rilis Global, Desain Mirip iPhone 17 Pro dan Dibekali Kamera 200 MP
Toyota Gandeng CATL, Produksi Baterai Hybrid Lokal Siap Tembus Pasar Ekspor
Skutik Premium Yamaha TMAX Ludes 25 Menit, Inden Belum Dibuka Lagi
Jutaan Pengguna Android Berpeluang Dapat Kompensasi dari Gugatan Google Senilai Rp2,3 Triliun
Makhluk Raksasa 400 Juta Tahun Lalu Terungkap, Ilmuwan Sebut Bukan Tanaman, Hewan, atau Jamur
Astronaut Artemis II Ungkap Pengalaman Haru: Bumi Terlihat Seperti Sekoci di Tengah Semesta
Jepang Kembangkan “Luna Ring”, Cincin Panel Surya Raksasa di Bulan untuk Energi Bumi

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 17:00 WIB

Aplikasi Mammora Bantu Perempuan Deteksi Dini Kanker Payudara Lewat SADARI

Kamis, 23 April 2026 - 13:00 WIB

Honor 600 Series Resmi Rilis Global, Desain Mirip iPhone 17 Pro dan Dibekali Kamera 200 MP

Rabu, 22 April 2026 - 19:00 WIB

Toyota Gandeng CATL, Produksi Baterai Hybrid Lokal Siap Tembus Pasar Ekspor

Senin, 20 April 2026 - 17:00 WIB

Skutik Premium Yamaha TMAX Ludes 25 Menit, Inden Belum Dibuka Lagi

Senin, 20 April 2026 - 15:00 WIB

Jutaan Pengguna Android Berpeluang Dapat Kompensasi dari Gugatan Google Senilai Rp2,3 Triliun

Berita Terbaru