Gunung Marapi Erupsi Kembali, Abu Vulkanik Selimuti Agam dan Ganggu Aktivitas Warga

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 13:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbar, Pribhumi.com  — Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Selasa, sekitar pukul 10.34 WIB. Lontaran material abu dari kawah puncak menyebar ke sejumlah wilayah permukiman, terutama di Kabupaten Agam, sehingga memicu gangguan jarak pandang dan aktivitas warga.

Di Nagari Sungai Angek, Kecamatan Baso, abu vulkanik mulai terasa sejak pagi. Amril, salah satu warga setempat, mengatakan pemerintah nagari telah mengimbau warga untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah guna mengurangi risiko gangguan pernapasan.

Selain Baso, Kecamatan Canduang juga menjadi daerah dengan sebaran abu cukup tebal. Abu yang terbawa angin dari arah Utara hingga Timur Laut Gunung Marapi membuat permukaan kendaraan dan pekarangan rumah warga tertutup lapisan debu halus.
“Debunya banyak beterbangan, motor saya juga penuh tertutup abu. Semoga kondisinya cepat membaik,” ujar Romi Poslah, warga Canduang.

Baca Juga :  Indonesia Naik Dua Peringkat di Ranking FIFA, Kini Ketiga di ASEAN

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) mencatat erupsi tersebut memiliki amplitudo maksimum 30,3 mm dengan durasi kurang lebih 51 detik. Namun, pengamat tidak dapat memastikan ketinggian kolom abu karena tertutup kabut dan kondisi visual yang terbatas.

Ahmad Rifandi, petugas PGA Marapi, menegaskan bahwa saat ini gunung tersebut masih berstatus Level II (Waspada). Ia mengingatkan masyarakat agar tidak memasuki radius 3 kilometer dari pusat aktivitas kawah untuk menghindari potensi bahaya.

Baca Juga :  Beasiswa Garuda 2026 Gelombang 2 Segera Dibuka, Ini Syaratnya

Selain itu, warga yang tinggal di daerah aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Marapi diminta mewaspadai kemungkinan terjadinya lahar, terutama pada musim hujan. Potensi aliran lahar dapat meningkat jika curah hujan tinggi di area puncak.

“Jika terjadi hujan abu, masyarakat perlu menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari ISPA,” tambah Ahmad Rifandi.

Berita Terkait

DPD PKPS Sungai Penuh Dikukuhkan, Jumadil Pimpin Organisasi Periode 2025–2030
Pemkab dan Polisi Selidiki Penanaman Sawit di Kawasan Bekas Karhutla Dharmasraya
Peduli Korban Banjir dan Longsor Tapan Azhar Hamzah Bersama IKAPSO Salurkan Sembako
Wanita Asal Padang Pariaman Meninggal usai Tergelincir di Air Terjun Robo Harau
Tanah Longsor Lumpuhkan Jalan Lintas Tapan – Sungai Penuh, Satlantas Polres Kerinci Imbau Pengguna Jalan Beristirahat
Galodo Terjang Kantor Bupati Kabupaten Solok
Lima Bulan Buron, Anggota DPRD Sumbar Beni Saswin Nasrun Ditangkap Kejaksaan
Longsor Terjang Jalur Padang-Painan, Satu Warga Dievakuasi dan Akses Jalan Terganggu

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:00 WIB

DPD PKPS Sungai Penuh Dikukuhkan, Jumadil Pimpin Organisasi Periode 2025–2030

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Pemkab dan Polisi Selidiki Penanaman Sawit di Kawasan Bekas Karhutla Dharmasraya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:57 WIB

Peduli Korban Banjir dan Longsor Tapan Azhar Hamzah Bersama IKAPSO Salurkan Sembako

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Wanita Asal Padang Pariaman Meninggal usai Tergelincir di Air Terjun Robo Harau

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Tanah Longsor Lumpuhkan Jalan Lintas Tapan – Sungai Penuh, Satlantas Polres Kerinci Imbau Pengguna Jalan Beristirahat

Berita Terbaru

Tips dan informasi

Audit Rumah Tasya Farasya Ungkap Besi dan Mutu Beton Tak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 29 Okt 2026 - 11:03 WIB