Sulawesi, Pribhumi.com — PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) akhirnya memberikan penjelasan mengenai status pengelolaan bandara khusus yang berada di kawasan industri mereka di Morowali, Sulawesi Tengah. Bandara tersebut menjadi pusat perhatian setelah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti keberadaan fasilitas penerbangan tanpa perangkat negara di dalamnya, dan menyebut kondisi itu sebagai sebuah anomali.
Head of Media Relations PT IMIP, Dedi Kurniawan, menegaskan bahwa bandara yang digunakan perusahaan telah terdaftar dan diakui secara resmi oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
“Bandara Khusus IMIP terdaftar di Kemenhub, dan pengelolaannya mengikuti ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan,” ujar Dedi dalam keterangan tertulis, Rabu (26/11).
Meski demikian, ia memilih tidak menjelaskan detail lebih jauh terkait aspek teknis pengawasan bandara tersebut. Dedi menyarankan agar mekanisme operasional dan pengawasan bandara dikonfirmasi langsung kepada otoritas penerbangan yang membawahi wilayah tersebut.
“Terkait hal ini, kami menyarankan rekan media untuk menghubungi Badan Otoritas Bandara Wilayah V Makassar selaku pihak yang mengawasi operasional Bandara IMIP,” jelasnya.
Sehari sebelumnya, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menilai keberadaan bandara yang tidak dilengkapi perangkat negara merupakan hal yang tidak lazim dan berpotensi menimbulkan celah kerawanan terhadap kedaulatan ekonomi nasional. Ia menyebut pihaknya segera melakukan evaluasi menyeluruh.
“Ini anomali. Bandara tapi tidak memiliki perangkat negara di dalamnya. Ada celah yang berpotensi mengganggu kedaulatan ekonomi,” kata Sjafrie seusai menyaksikan Latihan Terintegrasi 2025 bersama TNI dan unsur lain di Morowali, Kamis (20/11).
Sementara itu, data dari laman resmi Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub menunjukkan bahwa bandara tersebut terdaftar dengan nama Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), berlokasi di Jalan Trans Sulawesi, Fatufia.
Pada tahun 2024, Bandara IMIP mencatat sebanyak 534 pergerakan pesawat dengan total penumpang mencapai lebih dari 51 ribu orang.













