Fadli Zon Dorong Keraton Nusantara Jadi Penjaga Identitas Budaya Bangsa

- Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026 - 03:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Pribhumi.com– Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong keraton dan kerajaan di seluruh Nusantara untuk terus memperkuat perannya dalam menjaga warisan budaya sekaligus meneguhkan identitas bangsa.

Selain menjadi simbol sejarah, keraton dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung perkembangan kebudayaan dan membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Fadli Zon dalam Sarasehan Nasional Keraton Nusantara yang digelar di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta. Kegiatan ini mengangkat tema “Mewujudkan Jakarta sebagai Etalase Keindahan Budaya Nusantara, Menyongsong 5 Abad Jakarta.”

Menurut Fadli, keraton, kesultanan, dan kerajaan tradisional merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang perlu dilindungi, dirawat, serta dikembangkan secara berkelanjutan.

Ia menilai, nilai penting keraton tidak hanya terletak pada bangunan bersejarah atau peninggalan masa lampau. Lebih dari itu, keraton menjadi tempat tumbuh dan diwariskannya tradisi, seni, adat istiadat, serta berbagai pengetahuan budaya yang membentuk karakter masyarakat.

Fadli menegaskan bahwa keberagaman etnis, bahasa, tradisi, dan ekspresi seni merupakan kekuatan utama kebudayaan Indonesia. Karena itu, keberadaan keraton dan lembaga adat perlu mendapat perhatian agar warisan tersebut tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Keraton Didorong Menjadi Pusat Aktivitas Budaya

Pemerintah berharap keraton, istana, museum, dan taman budaya dapat dikembangkan menjadi ruang kebudayaan yang terbuka bagi masyarakat. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui revitalisasi, perbaikan fasilitas, serta pemanfaatan aset budaya secara bertanggung jawab.

Fadli menyebut pengembangan ruang-ruang budaya penting untuk mendorong kemajuan kebudayaan nasional. Dengan pengelolaan yang tepat, kawasan bersejarah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan peninggalan masa lalu, tetapi juga menjadi pusat kegiatan edukasi, pelestarian tradisi, dan interaksi masyarakat.

Baca Juga :  Belasan Makam Keluarga Padang Diduga Dibongkar, PKKP Minta Kasus Diusut

Penguatan fungsi tersebut diharapkan turut memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi komunitas yang selama ini menjaga kelestarian warisan budaya.

Keraton juga berpeluang menjadi bagian dari pengembangan ekonomi budaya melalui kolaborasi dengan pelaku industri kreatif. Berbagai tradisi dan kekhasan daerah dapat diolah menjadi produk bernilai tambah, seperti cendera mata, kerajinan, produk desain, hingga kuliner khas kerajaan.

Ekonomi Kreatif Bisa Mengangkat Nilai Warisan Budaya

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya turut menyoroti peluang untuk menghubungkan warisan budaya dengan pengembangan industri kreatif.

Menurutnya, kisah sejarah, filosofi, dan nilai yang terkandung dalam benda pusaka maupun tradisi Nusantara dapat menjadi inspirasi bagi penciptaan berbagai produk kreatif. Pengembangannya dapat mencakup cendera mata, karya audiovisual, film, serta produk lain yang memperkenalkan kekayaan budaya kepada khalayak lebih luas.

Ia juga menilai bahwa pengelolaan potensi tersebut membutuhkan ekosistem yang terorganisasi, mulai dari pelaku budaya, komunitas kreatif, hingga lembaga yang mendukung pemasaran dan distribusi produk.

Salah satu pendekatan yang disampaikan adalah pemanfaatan koperasi sebagai wadah untuk mendukung pengelolaan dan pemasaran produk berbasis aset budaya. Dengan kerja sama yang baik, warisan budaya diharapkan dapat menghasilkan manfaat ekonomi tanpa kehilangan nilai sejarah dan identitasnya.

FSKN Usulkan Digitalisasi dan Ensiklopedia Keraton

Dalam forum yang sama, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN), Brigjen Pol. (Purn.) A.A. Mapparessa, yang juga dikenal sebagai Karaeng Turikale VIII Maros, menyampaikan pentingnya dukungan pemerintah terhadap keberlangsungan keraton dan lembaga adat di Indonesia.

Baca Juga :  Komisi I DPRD Sungai Penuh Soroti Penataan Kepala Sekolah, Dorong Sesuai Regulasi

FSKN mengajukan sejumlah aspirasi, di antaranya penguatan perlindungan budaya keraton, penyusunan ensiklopedia keraton Nusantara, serta digitalisasi aset dan dokumentasi sejarah.

Pendataan dan dokumentasi yang lebih terstruktur dinilai dapat membantu masyarakat mengenal sejarah, identitas, dan kekhasan masing-masing keraton. Langkah tersebut juga berpotensi menjadi sumber informasi bagi penelitian, pendidikan, serta penyusunan kebijakan pelestarian kebudayaan.

Digitalisasi menjadi salah satu upaya yang dapat memperluas akses terhadap informasi sejarah. Melalui dokumentasi yang terkelola dengan baik, pengetahuan mengenai keraton dan tradisi adat dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sarasehan Nasional Keraton Nusantara menjadi forum pertemuan pemerintah, pemangku adat, raja, sultan, dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pelestarian budaya Indonesia.

Pembahasan ini juga berkaitan dengan momentum lima abad Jakarta, yang membuka peluang bagi ibu kota untuk semakin memperkuat perannya sebagai ruang pertemuan berbagai tradisi dan kebudayaan dari seluruh Indonesia.

Kolaborasi antara pemerintah, komunitas keraton, lembaga adat, dan pelaku ekonomi kreatif diharapkan mampu memperluas upaya perlindungan serta pengembangan warisan budaya.

Dengan dukungan kebijakan, pendataan yang baik, pemanfaatan teknologi digital, dan pengembangan ekonomi kreatif, keraton Nusantara diharapkan tetap berfungsi sebagai pusat pengetahuan dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat.

Warisan keraton dengan demikian bukan hanya menjadi pengingat perjalanan sejarah bangsa, melainkan juga sumber inspirasi bagi penguatan identitas budaya dan pembangunan kebudayaan Indonesia pada masa mendatang. (Hst)

Berita Terkait

Megaproyek IKN Berlanjut, Kompleks Legislatif dan Yudikatif Masih Dibangun
PDIP Buka Peluang Diskusi dengan PKS soal Polemik Ijazah Gibran
90 Persen Sampel Beras Fortifikasi Disebut Tak Sesuai Klaim, Pemerintah Siapkan Penindakan
Harga Minyak Dunia Meningkat, Pemerintah Pastikan Pertalite Tak Naik
Kakanwil Ditjenpas Jambi Berikan Kuliah Umum dan Penguatan Karakter kepada 800 Taruna Poltekimipas
Bareskrim Bongkar Dugaan Kecurangan Beras Fortifikasi, Klaim Gizi Tak Sesuai Hasil Lab
Sambal Khas Kerinci Mendunia ditangan PitriaNova
Bansos Beras 30 Kg Mulai Disalurkan Oktober 2026, Cek Syarat dan Lokasi Pengambilan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Megaproyek IKN Berlanjut, Kompleks Legislatif dan Yudikatif Masih Dibangun

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:59 WIB

90 Persen Sampel Beras Fortifikasi Disebut Tak Sesuai Klaim, Pemerintah Siapkan Penindakan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Harga Minyak Dunia Meningkat, Pemerintah Pastikan Pertalite Tak Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jambi Berikan Kuliah Umum dan Penguatan Karakter kepada 800 Taruna Poltekimipas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:21 WIB

Bareskrim Bongkar Dugaan Kecurangan Beras Fortifikasi, Klaim Gizi Tak Sesuai Hasil Lab

Berita Terbaru

Sungai Penuh

Pelantikan Pimpinan STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh 2026–2030

Senin, 26 Okt 2026 - 16:40 WIB