KERINCI, Pribhumi.com – Pemerintah Kabupaten Kerinci mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kabut asap yang dapat berdampak pada kualitas udara dan kesehatan. Warga diimbau menerapkan langkah pencegahan, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara menurun, serta menghindari kegiatan yang dapat memicu pencemaran udara.
Imbauan tersebut disampaikan melalui informasi publik Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kerinci sebagai tindak lanjut upaya mengantisipasi dampak memburuknya kualitas udara.
Dalam surat edaran Nomor B-500.10.29.9-4/-DLH/VIII/2026, masyarakat diminta menjaga kesehatan diri dan keluarga sekaligus berperan aktif mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Lima Langkah Mengurangi Dampak Kabut Asap
Untuk meminimalkan risiko akibat paparan kabut asap, masyarakat diimbau melakukan sejumlah langkah pencegahan dalam kegiatan sehari-hari.
Pertama, warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara menurun. Kegiatan di luar rumah sebaiknya disesuaikan dengan kondisi udara, terutama bagi kelompok yang lebih rentan terhadap gangguan pernapasan.
Kedua, masyarakat dianjurkan menggunakan masker yang sesuai ketika harus beraktivitas di luar ruangan. Langkah ini menjadi salah satu upaya perlindungan dari paparan partikel di udara, meskipun efektivitasnya bergantung pada jenis dan kesesuaian masker.
Ketiga, masyarakat diminta tidak membakar sampah, lahan, kebun, maupun material lain yang dapat menambah pencemaran udara dan meningkatkan risiko kebakaran.
Keempat, warga dianjurkan menjaga pola hidup sehat dengan mencukupi kebutuhan air putih serta mengonsumsi buah dan sayuran. Kebiasaan tersebut membantu menjaga kondisi tubuh, meskipun tidak menggantikan perlindungan dari paparan asap.
Kelima, masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan, khususnya gangguan pernapasan, diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Pemerintah Kecamatan hingga Sekolah Dilibatkan
Upaya mengantisipasi dampak kabut asap tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat, tetapi juga memerlukan keterlibatan berbagai unsur pemerintahan dan lembaga pelayanan.
Pemerintah kecamatan dan desa diharapkan aktif menyosialisasikan imbauan kepada warga, termasuk larangan pembakaran serta pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.
Perangkat daerah dan fasilitas kesehatan juga diharapkan memperkuat kesiapsiagaan serta pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan.
Sementara itu, satuan pendidikan diminta meneruskan informasi dan imbauan kepada peserta didik agar langkah pencegahan dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Pemantauan kondisi lingkungan dan potensi kebakaran lahan juga penting dilakukan untuk mendukung upaya pencegahan sejak dini.
Jaga Kesehatan dan Cegah Pencemaran Udara
Pemkab Kerinci mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kualitas udara dengan menghindari aktivitas yang menghasilkan asap serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan.
Masyarakat juga diharapkan mengikuti informasi resmi dari pemerintah terkait perkembangan kualitas udara dan imbauan kesehatan yang berlaku.
Melalui langkah pencegahan yang dilakukan secara bersama-sama, dampak kabut asap diharapkan dapat diminimalkan sehingga kesehatan warga dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Kerinci tetap terjaga. (Hst)
Jaga diri, jaga keluarga, dan bersama-sama kurangi dampak kabut asap.






