PETI Ancam Kawasan Geopark Merangin, Pemkab Bentuk Tim Terpadu Selamatkan Warisan Dunia

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Merangin, Pribhumi.com – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) mulai mengancam kelestarian kawasan Geopark Merangin, Provinsi Jambi. Operasi tambang emas ilegal yang terindikasi berlangsung di sekitar kawasan geopark memicu kekhawatiran akan kerusakan lingkungan dan terancamnya situs geologi yang menjadi kebanggaan daerah serta memiliki nilai penting di tingkat dunia.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Merangin bergerak cepat dengan menggelar rapat koordinasi lintas instansi sebagai langkah awal menyusun strategi penyelamatan kawasan Geopark dari ancaman aktivitas pertambangan ilegal.

Sekretaris Daerah (Sekda) Merangin, Zulhifni, menegaskan bahwa pemerintah telah menerima laporan mengenai aktivitas PETI di sekitar kawasan Geopark dan akan segera mengambil langkah tegas.

“Kita sudah mendapatkan laporan soal ini, dan ini harus segera kita sikapi. Warisan dunia ini harus kita jaga agar tidak dirusak oleh penambangan emas ilegal,” ujar Zulhifni, Selasa (7/7/2026).

Rapat koordinasi tersebut menghasilkan keputusan untuk membentuk Tim Terpadu yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, instansi teknis, tokoh agama, hingga elemen masyarakat.

Baca Juga :  Longsor di Jalur Muara Siau-Jangkat Merangin, Kendaraan Melintas Bergantian

Tim ini akan bertugas melakukan pengawasan, pencegahan, serta penertiban terhadap aktivitas PETI, khususnya di kawasan inti Geopark yang memiliki nilai geologi paling tinggi dan menjadi bagian terpenting dari kawasan konservasi tersebut.

Menurut Zulhifni, penyelamatan kawasan inti Geopark menjadi prioritas utama pemerintah. Kawasan seluas sekitar dua kilometer persegi itu ditargetkan steril dari segala bentuk aktivitas pertambangan ilegal.

“Fokus kami saat ini adalah menyelamatkan kawasan inti Geopark. Kawasan tersebut harus benar-benar bebas dari aktivitas PETI. Ini menjadi prioritas yang harus kita amankan bersama,” katanya.

Ia menambahkan, Geopark Merangin bukan hanya aset Kabupaten Merangin maupun Provinsi Jambi, tetapi juga merupakan warisan geologi yang memiliki nilai ilmiah dan konservasi tinggi. Karena itu, kerusakan sekecil apa pun akibat aktivitas tambang ilegal berpotensi mengancam kelestarian kawasan tersebut.

Sebagai dasar hukum pelaksanaan di lapangan, Pemerintah Kabupaten Merangin juga akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) Bupati mengenai pembentukan Tim Terpadu. Regulasi tersebut diharapkan menjadi landasan yang kuat bagi seluruh instansi dalam menjalankan tugas dan kewenangannya secara terpadu.

Baca Juga :  Prasasti Tanduk Aksara Rencong di Mendapo Limo Dusun, Ungkap Silsilah Datuk Caya Depati

“Kita tidak ingin kawasan ini terus terancam. Geopark Merangin merupakan aset yang harus dijaga bersama. Jika sudah rusak, tentu tidak mudah mengembalikannya seperti semula,” tegasnya.

Selain mengedepankan penegakan hukum, Pemkab Merangin juga akan memperkuat pendekatan persuasif kepada masyarakat melalui edukasi mengenai pentingnya menjaga kawasan Geopark. Pemerintah berharap masyarakat memahami bahwa kelestarian lingkungan akan memberikan manfaat ekonomi yang jauh lebih berkelanjutan dibandingkan keuntungan sesaat dari aktivitas pertambangan ilegal.

Pemkab Merangin menilai persoalan PETI tidak dapat diselesaikan hanya oleh aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan warga yang tinggal di sekitar kawasan Geopark.

Dengan terbentuknya Tim Terpadu, pemerintah berharap aktivitas tambang emas ilegal di kawasan Geopark Merangin dapat segera dikendalikan sehingga kelestarian warisan geologi yang telah berusia ratusan juta tahun tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Berita Terkait

Razia PETI di Merangin Diadang Ratusan Warga, Tim Gabungan Bareskrim Polri dan Polres Merangin Pilih Mundur
Remaja Hanyut di Sungai Batang Merangin Ditemukan Meninggal Dunia
Remaja 19 Tahun Hanyut di Sungai Batang Merangin
Bupati Merangin Fokus Benahi Jalan Rusak dan Tingkatkan Layanan RSUD
Longsor di Jalur Muara Siau-Jangkat Merangin, Kendaraan Melintas Bergantian
Cuaca Ekstrem Mengintai, BMKG Sebut Hujan Lebat Akan Meluas di Jambi
Pemkab Kerinci Hadiri Open House Gubernur Jambi di Merangin, Pererat Silaturahmi Idul Fitri
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Korupsi Dana BOS SMAN 6 Merangin, Kerugian Negara Capai Rp706 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:49 WIB

Razia PETI di Merangin Diadang Ratusan Warga, Tim Gabungan Bareskrim Polri dan Polres Merangin Pilih Mundur

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:58 WIB

PETI Ancam Kawasan Geopark Merangin, Pemkab Bentuk Tim Terpadu Selamatkan Warisan Dunia

Senin, 25 Mei 2026 - 03:00 WIB

Remaja Hanyut di Sungai Batang Merangin Ditemukan Meninggal Dunia

Minggu, 24 Mei 2026 - 01:00 WIB

Remaja 19 Tahun Hanyut di Sungai Batang Merangin

Senin, 18 Mei 2026 - 21:00 WIB

Bupati Merangin Fokus Benahi Jalan Rusak dan Tingkatkan Layanan RSUD

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Jul 2026 - 11:00 WIB