Walhi Jambi Soroti Aktivitas PETI di Tebo, Ratusan Rakit Tambang Disebut Ancam Ekosistem Sungai Batanghari

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tebo, Pribhumi.com — Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Desa Teluk Langkap, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, kembali menjadi sorotan. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jambi menilai kondisi tersebut telah memasuki tahap mengkhawatirkan karena aktivitas tambang ilegal diduga berlangsung dalam skala besar.

Direktur Eksekutif Daerah Walhi Jambi, Oscar Anugrah, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan masyarakat dan hasil pemantauan lapangan, terdapat ratusan rakit tambang yang beroperasi di sepanjang aliran Sungai Batanghari.

“Sedikitnya sekitar 300 rakit tambang dilaporkan masih beraktivitas di kawasan tersebut. Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan serius terhadap praktik PETI yang berlangsung tanpa pengawasan memadai,” ujar Oscar, Selasa (23/6/2026).

Menurut Walhi, aktivitas pertambangan ilegal tersebut tidak hanya berdampak pada kondisi sungai, tetapi juga mengancam kawasan hutan yang menjadi ruang hidup masyarakat. Berdasarkan kajian dan analisis spasial Walhi Jambi, kegiatan ekstraktif ilegal disebut telah berdampak terhadap ribuan hektare kawasan hutan di Kabupaten Tebo.

Baca Juga :  Lembaga Adat Tegaskan Suku Kerinci Bagian dari Rumpun Melayu Tua Nusantara

Walhi menilai kerusakan lingkungan akibat PETI berpotensi menimbulkan persoalan jangka panjang, mulai dari penurunan kualitas air, terganggunya ekosistem sungai, hingga ancaman terhadap sumber kehidupan masyarakat yang bergantung pada kawasan tersebut.

“Persoalan PETI bukan hanya persoalan pelanggaran hukum, tetapi sudah menyangkut keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat,” kata Oscar.

Ia juga mengkritisi pola pemberantasan PETI yang menurutnya selama ini lebih banyak menyasar pekerja lapangan, sementara pihak yang berada di balik jaringan tambang ilegal seperti pemodal dan pemasok perlengkapan tambang belum sepenuhnya tersentuh.

Walhi Jambi mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan penindakan secara menyeluruh dan tidak berhenti pada pelaku di tingkat bawah.

“Penegakan hukum harus menyasar pihak yang memperoleh keuntungan besar dari aktivitas tambang ilegal tersebut,” tegasnya.

Walhi bersama kelompok masyarakat sipil, lanjut Oscar, akan terus melakukan pengawasan terhadap persoalan PETI di Tebo. Mereka meminta pemerintah dan aparat hadir untuk menjaga kawasan hutan serta sungai sebagai aset lingkungan bagi masyarakat dan generasi mendatang.

Baca Juga :  Elon Musk Gratiskan Layanan Starlink untuk Korban Banjir Sumatera hingga Akhir 2025

Sementara itu, Kapolres Tebo AKBP Triyanto menyatakan pihaknya telah melakukan operasi penertiban di lokasi yang disebut menjadi titik aktivitas PETI.

Menurutnya, razia telah beberapa kali dilakukan, termasuk pada Selasa (23/6/2026).

“Sudah dilakukan beberapa kali razia, dan hari ini juga kembali dilakukan pengecekan ke lokasi,” ujar Triyanto.

Ia menjelaskan, saat petugas tiba di lokasi, rakit-rakit tambang yang sebelumnya dilaporkan beroperasi sudah tidak ditemukan. Polisi juga mengaku sempat mendapat hambatan saat menuju area tersebut.

“Ketika menuju lokasi sempat ada upaya penghalangan dari oknum warga,” katanya.

Tidak ditemukannya aktivitas tambang saat razia diduga karena informasi kedatangan petugas telah diketahui sebelumnya. Sejumlah rekaman yang beredar juga memperlihatkan beberapa rakit tambang telah meninggalkan area operasi.

Kasus PETI di Tebo kini menjadi perhatian karena menyangkut persoalan lingkungan, tata kelola sumber daya alam, serta penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Jambi.

Berita Terkait

Tebo Raih Penghargaan Nasional Pengendalian Inflasi 2026, Jadi Daerah Percontohan
Cuaca Ekstrem Mengintai, BMKG Sebut Hujan Lebat Akan Meluas di Jambi

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:57 WIB

Walhi Jambi Soroti Aktivitas PETI di Tebo, Ratusan Rakit Tambang Disebut Ancam Ekosistem Sungai Batanghari

Senin, 27 April 2026 - 23:59 WIB

Tebo Raih Penghargaan Nasional Pengendalian Inflasi 2026, Jadi Daerah Percontohan

Selasa, 21 April 2026 - 20:14 WIB

Cuaca Ekstrem Mengintai, BMKG Sebut Hujan Lebat Akan Meluas di Jambi

Berita Terbaru