Jambi, Pribhumi.com — Tinta cumi mungkin masih terdengar tidak lazim bagi sebagian orang. Padahal, bahan berwarna hitam pekat ini telah lama dimanfaatkan dalam berbagai masakan dunia karena cita rasa dan tampilannya yang unik.
Secara alami, tinta cumi berasal dari kelompok hewan laut Cephalopoda seperti cumi-cumi, gurita, dan sotong. Cairan ini digunakan sebagai mekanisme pertahanan diri untuk mengelabui predator di laut.
Namun dalam dunia kuliner, tinta tersebut justru menjadi bahan bernilai tinggi. Meski dikenal sebagai tinta cumi, sebagian besar produk yang digunakan dalam masakan sebenarnya berasal dari sotong karena rasanya lebih ringan dan mudah diterima.
Perbedaan tinta juga terlihat dari warnanya. Tinta sotong cenderung cokelat kehitaman, sedangkan tinta cumi memiliki warna biru kehitaman yang lebih pekat.
Proses pengambilan tinta dilakukan dengan hati-hati saat membersihkan hewan laut tersebut, dengan mengambil kantong tinta agar tidak pecah. Untuk kebutuhan memasak, tinta biasanya diencerkan menggunakan air atau cuka agar lebih mudah digunakan.
Selain memberikan warna hitam yang khas, tinta cumi juga menawarkan rasa gurih laut (umami) yang kuat. Tak heran, bahan ini sering dipadukan dengan berbagai hidangan seafood untuk memperkaya cita rasa.
Penggunaannya pun cukup luas di berbagai negara. Di Spanyol, tinta cumi menjadi bahan utama dalam hidangan Arròs negre, yaitu nasi yang dimasak dengan tinta cumi dan kaldu seafood. Ada pula Fideuà negra yang menggunakan mie sebagai pengganti nasi.
Sementara di Italia, tinta cumi populer dalam sajian Pasta al nero di seppia yang disajikan dengan bawang putih, anggur putih, dan potongan cumi.
Bahkan, restoran cepat saji seperti McDonald’s di Jepang pernah menghadirkan menu unik berupa burger dengan roti hitam dari tinta cumi.
Dari sisi kesehatan, tinta cumi tergolong aman dikonsumsi dan tidak beracun. Menurut Healthline, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tinta cumi memiliki sifat antimikroba, antioksidan, hingga potensi antikanker.
Tak hanya itu, tinta cumi juga diyakini dapat membantu menurunkan tekanan darah, meredakan gangguan lambung, serta meningkatkan daya tahan tubuh.
Kandungan nutrisinya pun cukup lengkap, mulai dari zat besi, tembaga, kalium, hingga asam amino penting seperti glutamat. Bahkan, kandungan dopamin di dalamnya disebut dapat membantu meningkatkan konsentrasi, daya ingat, serta mengurangi kecemasan.
Untuk mendapatkannya, tinta cumi bisa diambil langsung dari cumi atau sotong segar. Kini, bahan ini juga tersedia dalam bentuk kemasan praktis yang dijual di pasar maupun supermarket.
Dengan segala keunikan rasa, tampilan, dan manfaatnya, tinta cumi menjadi salah satu bahan kuliner yang semakin diminati di berbagai belahan dunia.






