Tanpa Disadari, Ini 3 Kebiasaan Orang Tua yang Bisa Melukai Mental Anak

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi, Pribhumi.com — Menjadi orang tua bukanlah tugas yang sederhana. Dalam proses membesarkan anak, ada banyak hal kecil yang terkadang luput dari perhatian, namun justru berpotensi meninggalkan luka batin yang mendalam.

Tanpa disadari, sikap dan kebiasaan tertentu dapat memengaruhi perkembangan psikologis anak hingga terbawa sampai dewasa. Bahkan, pola perilaku yang berulang bisa membentuk cara anak memandang dirinya sendiri maupun orang lain di sekitarnya.

Berikut beberapa kebiasaan orang tua yang perlu diwaspadai karena dapat berdampak negatif pada kondisi emosional anak:

1. Mengabaikan Perasaan Anak

Salah satu bentuk yang paling sering terjadi adalah pengabaian secara emosional. Hal ini bukan soal tidak memberi perhatian secara fisik, melainkan mengabaikan atau meremehkan perasaan anak.

Ketika emosi anak tidak diakui, mereka bisa tumbuh dengan kesulitan memahami dan mengelola perasaan sendiri. Dalam jangka panjang, anak mungkin menjadi tidak percaya pada apa yang mereka rasakan.

Baca Juga :  Kurban Sapi Bisa untuk Berapa Orang? Ini Penjelasan Lengkapnya

Sebagai langkah sederhana, orang tua dapat mulai dengan mengakui emosi anak. Ucapan seperti “Aku tahu kamu sedang sedih” atau “Itu pasti membuatmu kecewa” dapat membantu anak merasa dihargai dan dipahami.

2. Terlalu Sering Mengkritik

Kesalahan adalah bagian dari proses belajar anak. Namun, kritik yang disampaikan secara terus-menerus dan dengan cara keras justru dapat merusak rasa percaya diri mereka.

Anak yang sering dikritik cenderung tumbuh dengan kebiasaan menyalahkan diri sendiri. Dampaknya bisa terasa dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari hubungan sosial hingga karier di masa depan.

Pendekatan yang lebih baik adalah memberikan arahan dengan cara yang membangun. Misalnya, mengajak anak memperbaiki kesalahan bersama daripada menyalahkan mereka.

Baca Juga :  5 Makanan Rendah Kalori yang Bikin Kenyang Lebih Lama, Cocok untuk Diet Sehat

3. Membandingkan dengan Anak Lain

Membandingkan anak dengan saudara atau orang lain sering kali dianggap sebagai motivasi. Namun, hal ini justru dapat menimbulkan perasaan tidak cukup baik dalam diri anak.

Penelitian dalam psikologi perkembangan menunjukkan bahwa kebiasaan ini berkaitan dengan rendahnya harga diri dan meningkatnya risiko gangguan emosional pada remaja.

Sebagai gantinya, orang tua disarankan untuk fokus pada kelebihan masing-masing anak. Menghargai keunikan mereka dapat membantu membangun rasa percaya diri yang sehat.

Dengan memahami hal-hal ini, orang tua dapat menciptakan lingkungan yang lebih suportif dan aman secara emosional, sehingga anak tumbuh dengan mental yang lebih kuat dan positif.

 

Berita Terkait

iPhone Duo Segera Hadir di Indonesia? Ini Spesifikasi dan Perkiraan Harganya
Smiling Depression, Depresi yang Tersembunyi di Balik Senyuman: Kenali 7 Gejalanya
Keramik Lantai Terangkat Bukan Masalah Sepele, Begini Cara Aman Menanganinya
Kidult Economy Jadi Tren, Orang Dewasa Rela Habiskan Rp1 Juta untuk Mainan
Jadwal Lengkap Puasa Sunah Oktober–November 2026: Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, dan Daud
Malware Hirudo Sasar 8 Aplikasi Bank di Indonesia, Pengguna Android Wajib Waspada
Apple Rilis HomePod mini 2, Bawa Chip S10 dan Fitur Siri AI
Cara Membuat Urap Sayur yang Lezat, Rahasia Bumbunya Ada pada Kencur

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 04:31 WIB

iPhone Duo Segera Hadir di Indonesia? Ini Spesifikasi dan Perkiraan Harganya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Smiling Depression, Depresi yang Tersembunyi di Balik Senyuman: Kenali 7 Gejalanya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Keramik Lantai Terangkat Bukan Masalah Sepele, Begini Cara Aman Menanganinya

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Kidult Economy Jadi Tren, Orang Dewasa Rela Habiskan Rp1 Juta untuk Mainan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Jadwal Lengkap Puasa Sunah Oktober–November 2026: Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, dan Daud

Berita Terbaru