Mengenal Tinta Cumi: Asal, Manfaat, dan Keunikannya dalam Dunia Kuliner

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi, Pribhumi.com — Tinta cumi mungkin masih terdengar tidak lazim bagi sebagian orang. Padahal, bahan berwarna hitam pekat ini telah lama dimanfaatkan dalam berbagai masakan dunia karena cita rasa dan tampilannya yang unik.

Secara alami, tinta cumi berasal dari kelompok hewan laut Cephalopoda seperti cumi-cumi, gurita, dan sotong. Cairan ini digunakan sebagai mekanisme pertahanan diri untuk mengelabui predator di laut.

Namun dalam dunia kuliner, tinta tersebut justru menjadi bahan bernilai tinggi. Meski dikenal sebagai tinta cumi, sebagian besar produk yang digunakan dalam masakan sebenarnya berasal dari sotong karena rasanya lebih ringan dan mudah diterima.

Perbedaan tinta juga terlihat dari warnanya. Tinta sotong cenderung cokelat kehitaman, sedangkan tinta cumi memiliki warna biru kehitaman yang lebih pekat.

Proses pengambilan tinta dilakukan dengan hati-hati saat membersihkan hewan laut tersebut, dengan mengambil kantong tinta agar tidak pecah. Untuk kebutuhan memasak, tinta biasanya diencerkan menggunakan air atau cuka agar lebih mudah digunakan.

Baca Juga :  ISMI Kerinci–Sungai Penuh Hadir, LAM Kerinci Dorong Sinergi untuk Penguatan Adat

Selain memberikan warna hitam yang khas, tinta cumi juga menawarkan rasa gurih laut (umami) yang kuat. Tak heran, bahan ini sering dipadukan dengan berbagai hidangan seafood untuk memperkaya cita rasa.

Penggunaannya pun cukup luas di berbagai negara. Di Spanyol, tinta cumi menjadi bahan utama dalam hidangan Arròs negre, yaitu nasi yang dimasak dengan tinta cumi dan kaldu seafood. Ada pula Fideuà negra yang menggunakan mie sebagai pengganti nasi.

Sementara di Italia, tinta cumi populer dalam sajian Pasta al nero di seppia yang disajikan dengan bawang putih, anggur putih, dan potongan cumi.

Bahkan, restoran cepat saji seperti McDonald’s di Jepang pernah menghadirkan menu unik berupa burger dengan roti hitam dari tinta cumi.

Baca Juga :  Waspadai Garam Tersembunyi Saat Sarapan, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Jantung

Dari sisi kesehatan, tinta cumi tergolong aman dikonsumsi dan tidak beracun. Menurut Healthline, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tinta cumi memiliki sifat antimikroba, antioksidan, hingga potensi antikanker.

Tak hanya itu, tinta cumi juga diyakini dapat membantu menurunkan tekanan darah, meredakan gangguan lambung, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Kandungan nutrisinya pun cukup lengkap, mulai dari zat besi, tembaga, kalium, hingga asam amino penting seperti glutamat. Bahkan, kandungan dopamin di dalamnya disebut dapat membantu meningkatkan konsentrasi, daya ingat, serta mengurangi kecemasan.

Untuk mendapatkannya, tinta cumi bisa diambil langsung dari cumi atau sotong segar. Kini, bahan ini juga tersedia dalam bentuk kemasan praktis yang dijual di pasar maupun supermarket.

Dengan segala keunikan rasa, tampilan, dan manfaatnya, tinta cumi menjadi salah satu bahan kuliner yang semakin diminati di berbagai belahan dunia.

Berita Terkait

iPhone Duo Segera Hadir di Indonesia? Ini Spesifikasi dan Perkiraan Harganya
Smiling Depression, Depresi yang Tersembunyi di Balik Senyuman: Kenali 7 Gejalanya
Keramik Lantai Terangkat Bukan Masalah Sepele, Begini Cara Aman Menanganinya
Kidult Economy Jadi Tren, Orang Dewasa Rela Habiskan Rp1 Juta untuk Mainan
Jadwal Lengkap Puasa Sunah Oktober–November 2026: Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, dan Daud
Malware Hirudo Sasar 8 Aplikasi Bank di Indonesia, Pengguna Android Wajib Waspada
Apple Rilis HomePod mini 2, Bawa Chip S10 dan Fitur Siri AI
Cara Membuat Urap Sayur yang Lezat, Rahasia Bumbunya Ada pada Kencur

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 04:31 WIB

iPhone Duo Segera Hadir di Indonesia? Ini Spesifikasi dan Perkiraan Harganya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Smiling Depression, Depresi yang Tersembunyi di Balik Senyuman: Kenali 7 Gejalanya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Keramik Lantai Terangkat Bukan Masalah Sepele, Begini Cara Aman Menanganinya

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Kidult Economy Jadi Tren, Orang Dewasa Rela Habiskan Rp1 Juta untuk Mainan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Jadwal Lengkap Puasa Sunah Oktober–November 2026: Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, dan Daud

Berita Terbaru

Sungai Penuh

Pelantikan Pimpinan STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh 2026–2030

Senin, 26 Okt 2026 - 16:40 WIB