Waspadai Perubahan Urine, Ini 5 Tanda Awal Gangguan Ginjal yang Sering Diabaikan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi, Pribhumi.com – Perubahan pada urine dapat menjadi sinyal awal adanya gangguan pada ginjal yang kerap tidak disadari. Ginjal memiliki peran penting dalam menyaring darah, membuang zat beracun, serta menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

Ketika fungsi ginjal mulai menurun, tanda-tandanya sering kali muncul lebih dulu saat buang air kecil. Oleh karena itu, mengenali perubahan urine menjadi langkah penting dalam mendeteksi gangguan ginjal sejak dini.

Ahli urologi dari Ruby Hall Clinic, India, Dr Bhati Singh Bhoopat, menekankan bahwa perubahan kecil pada urine yang terjadi berulang tidak boleh diabaikan. Pendapat serupa juga disampaikan oleh Dr Varun Mittal dari Artemis Hospitals.

Menurut Dr Mittal, salah satu indikator paling awal dari gangguan ginjal dapat terlihat dari perubahan urine. Berikut beberapa tanda yang perlu diwaspadai:

Baca Juga :  Lambung Sensitif Saat Puasa, Hindari Konsumsi Buah Ini Ketika Berbuka

Pertama, urine berbusa secara terus-menerus. Meski sedikit busa masih tergolong normal, busa yang tebal dan bertahan lama bisa menandakan adanya protein dalam urine (proteinuria). Kondisi ini terjadi ketika ginjal tidak mampu menyaring protein dengan baik sehingga bocor ke dalam urine.

Kedua, perubahan warna urine. Urine normal biasanya berwarna kuning pucat. Jika berubah menjadi kuning tua, cokelat, kemerahan, atau tampak keruh, hal ini bisa mengindikasikan adanya masalah kesehatan, seperti infeksi atau gangguan pada ginjal.

Ketiga, frekuensi buang air kecil yang meningkat, terutama di malam hari. Jika seseorang terlalu sering terbangun untuk buang air kecil, hal ini bisa menjadi tanda bahwa ginjal tidak mampu memekatkan urine secara optimal.

Baca Juga :  Square Enix Konfirmasi Game Baru NieR Automata di Anniversary ke-9

Keempat, urine yang berbau menyengat dan tampak keruh. Kondisi ini bisa terjadi akibat penumpukan zat sisa dalam tubuh, yang menyebabkan urine berbau seperti amonia. Selain itu, hal ini juga dapat mengarah pada infeksi saluran kemih.

Kelima, munculnya rasa nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil, bahkan disertai darah. Gejala ini dapat menandakan adanya infeksi, peradangan, atau gangguan serius seperti batu ginjal hingga penyakit ginjal kronis.

Mengenali tanda-tanda tersebut sejak dini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan mencegah kondisi yang lebih parah.

Berita Terkait

Waspadai 5 Tanda Penyakit Ginjal yang Sering Diabaikan
Teh Hijau atau Kopi Hitam, Mana yang Lebih Efektif Membantu Menurunkan Berat Badan? Ini Penjelasannya
Bansos Kemensos 2026 Cair Bertahap, Begini Cara Cek Penerima PKH, BPNT hingga PIP Lewat NIK KTP
297 Calon Dokter Terancam Kehilangan Kesempatan Lulus, Kemenkes Soroti Masalah Retaker UKNPDPD
5 Sikap Pemimpin yang Bisa Menghancurkan Kepercayaan Tim, Jangan Diabaikan
Kenali Alasan Harus Pasang Ring Jantung, Biaya hingga Cara Ditanggung BPJS Kesehatan
Dokter Bedah Plastik Ingatkan Masyarakat Jangan Tergiur Tren Klinik Korea, Utamakan Keamanan dan Legalitas
DPR RI Buka Seleksi Anggota Badan Supervisi OJK 2026, Ini Syarat dan Cara Pendaftarannya

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:00 WIB

Waspadai 5 Tanda Penyakit Ginjal yang Sering Diabaikan

Minggu, 28 Juni 2026 - 03:00 WIB

Teh Hijau atau Kopi Hitam, Mana yang Lebih Efektif Membantu Menurunkan Berat Badan? Ini Penjelasannya

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:00 WIB

Bansos Kemensos 2026 Cair Bertahap, Begini Cara Cek Penerima PKH, BPNT hingga PIP Lewat NIK KTP

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:00 WIB

297 Calon Dokter Terancam Kehilangan Kesempatan Lulus, Kemenkes Soroti Masalah Retaker UKNPDPD

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:00 WIB

5 Sikap Pemimpin yang Bisa Menghancurkan Kepercayaan Tim, Jangan Diabaikan

Berita Terbaru