Hukum Titip Doa kepada Jemaah Haji: Tradisi Lama yang Berakar Sejak Zaman Nabi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi, Pribhumi.com – Tradisi menitipkan doa kepada jemaah haji menjadi kebiasaan yang mengakar kuat di tengah masyarakat Muslim Indonesia. Hal ini didasari keyakinan bahwa doa yang dipanjatkan di Tanah Suci, khususnya di sekitar Ka’bah, memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT.

Salah satu tempat yang diyakini mustajab untuk berdoa adalah Multazam, yaitu area antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa setiap doa yang dipanjatkan di tempat tersebut tidak akan tertolak.

Kebiasaan menitip doa ini ternyata bukan sekadar tradisi modern. Dalam ajaran Islam, praktik tersebut sudah dikenal sejak masa Rasulullah SAW. Umat Muslim dianjurkan untuk saling mendoakan, termasuk kepada mereka yang sedang menunaikan ibadah haji atau umrah.

Baca Juga :  Harga Kayu Manis Kerinci Masih Rendah, Bupati Monadi Soroti Lemahnya Standarisasi Produksi

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, diceritakan bahwa Umar bin Khattab RA pernah meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk melaksanakan umrah. Saat itu, Rasulullah justru berpesan agar Umar turut mendoakan beliau dalam ibadahnya.

Artinya:

“Wahai saudaraku, sertakan kami dalam doamu dan jangan lupakan kami.”

Riwayat ini menjadi salah satu dasar bahwa meminta didoakan oleh orang yang sedang beribadah di Tanah Suci merupakan hal yang diperbolehkan dalam Islam.

Selain itu, tradisi mengantar dan menitip doa kepada jemaah haji juga telah dilakukan sejak masa sahabat. Salah satu lokasi yang dikenal dalam sejarah adalah Tsaniyatul Wada’, sebuah tempat di sekitar Madinah yang menjadi titik perpisahan ketika para sahabat melepas kepergian orang-orang yang hendak berhaji atau berperang.

Baca Juga :  Tips Lebih Sehat Mengonsumsi Mi Instan saat Terlambat Bangun Sahur

Dalam berbagai kitab klasik, dijelaskan bahwa para sahabat tidak hanya mengantar, tetapi juga menitipkan doa kepada mereka yang berangkat, berharap agar doa tersebut dipanjatkan di tempat-tempat mustajab.

Dengan demikian, tradisi titip doa kepada jemaah haji memiliki landasan yang kuat dalam ajaran Islam dan sejarahnya. Praktik ini mencerminkan nilai kebersamaan, harapan, serta keyakinan umat Muslim terhadap keutamaan doa di Tanah Suci.

 

Berita Terkait

Gelar Haji: Warisan Kolonial atau Tradisi Islam yang Lebih Tua?
Kisah Nabi Idris AS Diangkat ke Langit Keempat, Benarkah Tidak Pernah Wafat?
Keutamaan Salat di Masjid Nabawi dan Sejarah Berdirinya, Pahala Berlipat hingga 1.000 Kali
Kumpulan Doa Agar Hutang Cepat Lunas dan Rezeki Dilapangkan, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Kisah Dzulqarnain dalam Al-Qur’an: Pemimpin Bijaksana Penjelajah Timur dan Barat
Idul Adha 2026 Diprediksi Jatuh 27 Mei, Ini Jadwal Libur dan Hitung Mundurnya
Panduan Lengkap Syarat Hewan Kurban: Agar Ibadah Sah dan Diterima
Makna Haji Mabrur dan 10 Tanda yang Menunjukkan Kemabruran Ibadah

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:00 WIB

Gelar Haji: Warisan Kolonial atau Tradisi Islam yang Lebih Tua?

Selasa, 28 April 2026 - 23:00 WIB

Kisah Nabi Idris AS Diangkat ke Langit Keempat, Benarkah Tidak Pernah Wafat?

Selasa, 28 April 2026 - 21:00 WIB

Keutamaan Salat di Masjid Nabawi dan Sejarah Berdirinya, Pahala Berlipat hingga 1.000 Kali

Selasa, 28 April 2026 - 19:00 WIB

Kumpulan Doa Agar Hutang Cepat Lunas dan Rezeki Dilapangkan, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Selasa, 28 April 2026 - 17:00 WIB

Hukum Titip Doa kepada Jemaah Haji: Tradisi Lama yang Berakar Sejak Zaman Nabi

Berita Terbaru

Ekonomi dan Bisniss

Harga Emas Antam Berbalik Naik, Tembus Rp2,79 Juta per Gram di Awal Mei 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:00 WIB