Jambi, Pribhumi.com – Tradisi menitipkan doa kepada jemaah haji menjadi kebiasaan yang mengakar kuat di tengah masyarakat Muslim Indonesia. Hal ini didasari keyakinan bahwa doa yang dipanjatkan di Tanah Suci, khususnya di sekitar Ka’bah, memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT.
Salah satu tempat yang diyakini mustajab untuk berdoa adalah Multazam, yaitu area antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa setiap doa yang dipanjatkan di tempat tersebut tidak akan tertolak.
Kebiasaan menitip doa ini ternyata bukan sekadar tradisi modern. Dalam ajaran Islam, praktik tersebut sudah dikenal sejak masa Rasulullah SAW. Umat Muslim dianjurkan untuk saling mendoakan, termasuk kepada mereka yang sedang menunaikan ibadah haji atau umrah.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, diceritakan bahwa Umar bin Khattab RA pernah meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk melaksanakan umrah. Saat itu, Rasulullah justru berpesan agar Umar turut mendoakan beliau dalam ibadahnya.
Artinya:
“Wahai saudaraku, sertakan kami dalam doamu dan jangan lupakan kami.”
Riwayat ini menjadi salah satu dasar bahwa meminta didoakan oleh orang yang sedang beribadah di Tanah Suci merupakan hal yang diperbolehkan dalam Islam.
Selain itu, tradisi mengantar dan menitip doa kepada jemaah haji juga telah dilakukan sejak masa sahabat. Salah satu lokasi yang dikenal dalam sejarah adalah Tsaniyatul Wada’, sebuah tempat di sekitar Madinah yang menjadi titik perpisahan ketika para sahabat melepas kepergian orang-orang yang hendak berhaji atau berperang.
Dalam berbagai kitab klasik, dijelaskan bahwa para sahabat tidak hanya mengantar, tetapi juga menitipkan doa kepada mereka yang berangkat, berharap agar doa tersebut dipanjatkan di tempat-tempat mustajab.
Dengan demikian, tradisi titip doa kepada jemaah haji memiliki landasan yang kuat dalam ajaran Islam dan sejarahnya. Praktik ini mencerminkan nilai kebersamaan, harapan, serta keyakinan umat Muslim terhadap keutamaan doa di Tanah Suci.






