Sarolangun, Pribhumi.com – Konflik antara Suku Anak Dalam (SAD) dengan pihak perusahaan kembali memanas di Kabupaten Sarolangun, Jambi. Insiden bentrokan yang terjadi di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, pada Minggu (12/4/2026) itu mengakibatkan empat warga SAD mengalami luka-luka.
Peristiwa tersebut sempat terekam dalam video yang beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu terlihat sejumlah fasilitas perusahaan, termasuk kantor dan mess karyawan, mengalami kerusakan akibat pecahan kaca dan aksi pembakaran.
Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa bentrokan terjadi tidak lama setelah proses mediasi antara warga SAD dan pihak perusahaan terkait dugaan pencurian buah sawit.
“Awalnya ada dugaan pencurian sawit oleh SAD. Mediasi sudah dilakukan dan sempat selesai, namun saat para pihak kembali, bentrokan kembali terjadi,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Menurut Wendi, kericuhan dipicu kesalahpahaman saat sejumlah warga SAD melintas di pos keamanan perusahaan sambil membawa tandan buah segar (TBS). Pihak keamanan perusahaan menduga buah tersebut baru saja diambil, sehingga memicu adu mulut yang berujung bentrok.
Selain itu, persoalan lain seperti rekrutmen tenaga kerja di perusahaan juga disebut menjadi pemicu yang memperkeruh situasi hingga terjadi konflik terbuka.
Akibat insiden tersebut, empat warga SAD dilaporkan mengalami luka-luka. Sementara itu, pihak kepolisian langsung bergerak cepat mengamankan lokasi dan mengevakuasi korban untuk mendapatkan perawatan medis.
Untuk menjaga situasi tetap kondusif, Polres Sarolangun mengerahkan sebanyak 96 personel gabungan serta memperkuat pengamanan dengan satu pleton Brimob. Langkah-langkah preemtif dan preventif juga terus dilakukan bersama bantuan dari Polda Jambi.
“Kami terus melakukan pendekatan kepada tokoh SAD, pihak perusahaan, dan stakeholder terkait agar penyelesaian bisa ditempuh melalui jalur mediasi,” kata Wendi.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial.
“Mari bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Sarolangun agar tetap aman dan kondusif, sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik,” tutupnya.











