JAMBI, Pribhumi.com – Bulan April 2026 masih berada dalam periode Syawal 1447 Hijriah. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah selama enam hari sebagai penyempurna ibadah setelah Ramadan.
Puasa Syawal dapat dilakukan sejak hari kedua Idulfitri hingga akhir bulan Syawal. Bagi yang belum sempat menjalankannya di awal bulan, masih tersedia waktu untuk menunaikannya di hari-hari terakhir.
Berdasarkan kalender Hijriah yang dirilis Kementerian Agama RI, 1 Syawal 1447 H bertepatan dengan 21 Maret 2026. Dengan demikian, akhir bulan Syawal jatuh pada 18 April 2026. Artinya, umat Islam masih memiliki kesempatan untuk menunaikan puasa sunnah enam hari hingga tanggal tersebut.
Pelaksanaan puasa Syawal tidak harus berturut-turut, namun jumlahnya tetap enam hari sesuai anjuran dalam syariat Islam.
Selain mengetahui batas waktunya, penting juga memahami bacaan niat puasa Syawal. Berikut niat puasa enam hari Syawal:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَةِ سِتَةٍ مِنْ شَوَالٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati sittatin min syawwâlin lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah enam hari Syawal esok hari karena Allah SWT.”
Niat puasa sunnah sebaiknya dibaca pada malam hari, mulai setelah salat Isya hingga sebelum terbit fajar. Namun, jika terlupa, niat masih diperbolehkan diucapkan pada siang hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Berikut bacaan niat puasa Syawal yang dibaca di siang hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah Ta’ala.”
Puasa sunnah ini termasuk ibadah yang memiliki keutamaan besar dan menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk meraih pahala tambahan setelah bulan Ramadan.











