Pesona Air Panas Semurup Kerinci, Fenomena Alam Unik dengan Kisah Mistis

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 25 Maret 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KERINCI, Pribhumi.com — Air Panas Semurup menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kecamatan Air Hangat Barat, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Objek wisata ini dikenal luas berkat sumber air panas alaminya yang terbentuk dari aktivitas vulkanik di dalam perut bumi.

Dengan luas sekitar 76 meter persegi, kawasan ini kerap memunculkan uap panas disertai aroma belerang yang cukup menyengat. Kondisi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menyaksikan fenomena geotermal secara langsung dari dekat.

Suhu air di lokasi ini mencapai sekitar 85 derajat Celsius. Bahkan, sebelum terjadinya Gempa bumi Kerinci 1995, suhu air di sumber tersebut dilaporkan pernah melampaui 100 derajat Celsius.

Baca Juga :  Marc Marquez Dipastikan Absen di MotoGP Catalunya 2026, Ducati Tak Cari Pengganti

Saat berkunjung, wisatawan dapat menyaksikan kepulan uap panas yang membumbung tinggi dari permukaan air. Selain itu, sebagian pengunjung juga memanfaatkan panas alami tersebut untuk merebus telur atau pisang langsung di lokasi, yang menjadi pengalaman unik tersendiri.

Tak hanya menawarkan keindahan alam, Air Panas Semurup juga menyimpan cerita rakyat yang berkembang di tengah masyarakat. Konon, tempat ini sering dikaitkan dengan kisah-kisah mistis, termasuk kepercayaan bahwa lokasi tersebut pernah dijadikan tempat mengakhiri hidup oleh sejumlah orang. Warga setempat pun mengingatkan agar pengunjung tidak memiliki niat negatif saat berada di kawasan tersebut.

Baca Juga :  12 Destinasi Wisata Populer di Jambi, Dari Situs Sejarah Dunia hingga Surga Alam Tersembunyi

Selain itu, masyarakat juga meyakini bahwa sumber air panas ini telah ada sejak ribuan tahun lalu. Pada masa penjajahan, lokasi ini disebut pernah dimanfaatkan oleh Tentara Belanda sebagai tempat pemandian. Beberapa bangunan kamar mandi yang masih ada hingga kini merupakan peninggalan masa tersebut, meskipun telah mengalami perubahan pada bagian atap.

Keunikan alam yang berpadu dengan nilai sejarah dan cerita lokal menjadikan Air Panas Semurup sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga sarat pengalaman bagi para pelancong yang datang ke Kerinci.

Berita Terkait

Budayawan Kerinci M. Ali Surahman Tutup Usia, Dunia Sejarah dan Adat Kehilangan Sosok Berdedikasi
Sekjend Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci Soroti Dugaan PETI Sungai Penetai, Kapolres Pastikan Personel Turun ke Lokasi
Merawat Marwah yang Tergadai: Mengembalikan Ruh Adat Kerinci di Tengah Pusaran Seremoni dan Kepentingan Politik
Bahas Sejarah Tombak Belang Berjanggut Jenggi, Pemangku Adat Sungai Penuh Sambangi Sanggaran Agung
“Jangan Salah Tafsir! Di Balik Simbol Rumah Gedang Ada Petuah, Hikmah dan Amanah Sko”
Silaf dan Asik dalam Adat Kerinci: Jangan Menilai Tradisi Hanya dari Apa yang Tampak
PERJALANAN LELUHUR KALBU IJUNG SKU LAMAT Menghubungkan Jalur Kekerabatan Semurup – Semerap
Melayu Bukan Sekadar Etnis, Melainkan Ruang Kebudayaan yang Mempertemukan Beragam Identitas

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Budayawan Kerinci M. Ali Surahman Tutup Usia, Dunia Sejarah dan Adat Kehilangan Sosok Berdedikasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Sekjend Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci Soroti Dugaan PETI Sungai Penetai, Kapolres Pastikan Personel Turun ke Lokasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Merawat Marwah yang Tergadai: Mengembalikan Ruh Adat Kerinci di Tengah Pusaran Seremoni dan Kepentingan Politik

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Bahas Sejarah Tombak Belang Berjanggut Jenggi, Pemangku Adat Sungai Penuh Sambangi Sanggaran Agung

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:55 WIB

“Jangan Salah Tafsir! Di Balik Simbol Rumah Gedang Ada Petuah, Hikmah dan Amanah Sko”

Berita Terbaru

Tips dan informasi

Audit Rumah Tasya Farasya Ungkap Besi dan Mutu Beton Tak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 29 Okt 2026 - 11:03 WIB