Rakerda IV LAM Jambi Tetapkan Langkah Strategis Penguatan Sejarah, Adat, dan Kelembagaan Melayu

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 Desember 2025 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI, Pribhumi.com — Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi Provinsi Jambi secara resmi merilis sejumlah poin strategis hasil Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IV yang dilaksanakan pada Rabu, 17 Desember 2025. Keputusan-keputusan tersebut dinilai krusial dalam memperkuat eksistensi adat dan budaya Melayu Jambi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Salah satu keputusan penting Rakerda IV adalah pembentukan Tim Pengkaji Khusus Sejarah Melayu Jambi. Tim ini ditugaskan untuk mendalami dua isu besar, yakni dugaan kuat bahwa pusat Kerajaan Sriwijaya berada di wilayah Kerajaan Melayu Jambi, serta penguatan data sejarah yang merujuk pada temuan arkeologis dan catatan Dinasti Tang yang mengindikasikan usia peradaban Jambi telah melampaui 1.200 tahun.

Ketua Panitia Pelaksana Rakerda IV, Ir. H. Haviz Husaini, MM, bergelar Adipati Mulio Dirajo, menjelaskan bahwa penguatan identitas adat juga diwujudkan melalui penetapan Buku Panduan Resmi Pemangku Adat sebagai rujukan bersama.

“LAM Jambi telah menetapkan Keputusan Nomor 26 Tahun 2025 yang merujuk pada Buku Pokok-Pokok Adat Pucuk Jambi Sembilan Lurah. Ini menjadi pedoman agar seluruh pemangku adat memiliki satu pijakan yang kuat, berlandaskan Induk Undang Nan Limo,” ujarnya.

Dalam bidang penegakan hukum adat, Rakerda IV juga menegaskan komitmen LAM Jambi untuk memperkuat koordinasi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Polda Jambi dalam penerapan pendekatan Restorative Justice (RJ). Mekanisme ini diharapkan mampu menyelesaikan persoalan sosial kemasyarakatan secara adil, berimbang, dan berlandaskan nilai-nilai adat yang ada disetiap daerah di Provinsi Jambi  yang disesuaikan dengan ICO Pakainya masing-masing.

Baca Juga :  Gubernur Jambi Al Haris Sabet Penghargaan Innovative Government Award pada Andalas Award 2025

Sementara itu, dalam mendukung pembangunan berbasis budaya, LAM Jambi menetapkan program pengembangan Kampung Adat. Berbeda dari rencana sebelumnya, LAM Jambi memutuskan tidak membatasi pembinaan pada satu atau dua desa saja, melainkan mencakup seluruh Kampung Adat yang telah ditetapkan di tingkat kabupaten dan kota, dengan menyesuaikan skala prioritas serta kemampuan anggaran.

Baca Juga :  LAM Jambi Turun ke Daerah, Nilai Kinerja dan Peran Lembaga Adat Kabupaten/Kota

Sebagai bagian dari agenda strategis jangka panjang, LAM Jambi juga merencanakan kunjungan adat ke Bukit Siguntang pada tahun 2026, yang dikenal sebagai salah satu situs bersejarah penting dalam peradaban Melayu. Selain itu, Rakerda menetapkan tradisi pemberian gelar adat yang akan dilaksanakan setiap peringatan hari ulang tahun Provinsi Jambi.

Berita Terkait

DEMA CARE Diluncurkan, Saatnya Advokasi Mahasiswa Dibuktikan dengan Kerja Nyata
Panggung MTQ ke-55 Provinsi Jambi Mulai Dipasang, Persiapan Kota Jambi Capai 60 Persen
Wakapolda Jambi Bersama Tokoh Agama Hadiri Haul Akbar dan Harlah Al-Hidayah
Kemenhaj Jambi Benahi Antrean Haji, Masa Tunggu Ditargetkan 14–16 Tahun pada 2027
Al Haris dan Danrem Pantau Karhutla di Kumpeh, Pemadaman Terkendala Angin Kencang
Al Haris Kerahkan Satgas Karhutla, 146 Personel Disiagakan di Tiga Pos Penanganan
ISPU Muaro Jambi Capai 228, Warga Diminta Waspadai Dampak Polusi Udara
Mahasiswa ITB Asal Jambi Meninggal di Cianjur Saat Ikuti Ultra Marathon 2026

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:06 WIB

DEMA CARE Diluncurkan, Saatnya Advokasi Mahasiswa Dibuktikan dengan Kerja Nyata

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:40 WIB

Panggung MTQ ke-55 Provinsi Jambi Mulai Dipasang, Persiapan Kota Jambi Capai 60 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:58 WIB

Wakapolda Jambi Bersama Tokoh Agama Hadiri Haul Akbar dan Harlah Al-Hidayah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:51 WIB

Kemenhaj Jambi Benahi Antrean Haji, Masa Tunggu Ditargetkan 14–16 Tahun pada 2027

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Al Haris dan Danrem Pantau Karhutla di Kumpeh, Pemadaman Terkendala Angin Kencang

Berita Terbaru